Berita

Anggota Komisi V DPR-RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Sofwan Dedy Ardyanto (Foto: Istimewa)

Politik

DPR Ingatkan Target Zero ODOL 2027 Rawan Jadi "Wilayah Abu-Abu" Tanpa Roadmap Jelas

JUMAT, 04 SEPTEMBER 2026 | 19:53 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Target penerapan kebijakan Zero ODOL (Over Dimension Over Loading) secara penuh pada Januari 2027 dinilai sangat sulit untuk direalisasikan dalam waktu dekat. 

Anggota Komisi V DPR-RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Sofwan Dedy Ardyanto, menegaskan bahwa transisi di lapangan memerlukan regulasi, tahapan, serta peta jalan atau roadmap yang sangat matang agar tidak menimbulkan gejolak di sektor logistik.

“Saya tidak yakin bahwa serta merta dalam satu hari atau satu bulan, ruas-ruas jalan poros transportasi logistik di Indonesia ini akan Zero ODOL,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, dikutip Jumat 4 September 2026.


Keraguan tersebut muncul karena pembenahan persoalan kendaraan berlebih muatan dan dimensi ini diibaratkan seperti menegakkan benang basah. Pemerintah pusat, khususnya Kementerian Perhubungan dan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur, didorong untuk segera merilis dokumen roadmap resmi agar dunia usaha memiliki kepastian hukum dan waktu persiapan yang memadai.

“Kalangan dunia usaha pun sepertinya belum siap menyongsong penerapannya yang tinggal 3,5 bulan ke depan,” ungkap Sofwan. Menurutnya, roadmap tersebut penting, jangan sampai ada pemahaman yang berbeda dari kalangan dunia usaha.

Ketiadaan peta jalan yang detail dikhawatirkan dapat memicu wilayah abu-abu dalam penegakan aturan di lapangan, yang berpotensi melahirkan praktik tebang pilih. Selain itu, polemik seputar penegakan hukum berbasis Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) yang sempat dikritik pengusaha sebagai tindakan diskriminatif dinilai murni terjadi karena ketiadaan regulasi dan aturan main yang jelas dari pusat.

Terkait wacana pemberian insentif bagi pelaku usaha, aturan tersebut harus dirumuskan secara hati-hati agar tidak bertabrakan dengan upaya pemerintah mengoptimalkan penerimaan pajak. 

Mekanisme insentif nantinya wajib tepat sasaran kepada pengusaha yang patuh, sekaligus menutup celah agar tidak disalahgunakan oleh pihak yang melanggar hukum melalui praktik kongkalikong dengan oknum petugas.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

UPDATE

Investasi Jakarta Tertinggi Nasional, Tumbuh 22,1 Persen

Rabu, 04 November 2026 | 00:34

Pemerintah Optimis Polri Bakal Bongkar Aktor Intelektual Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 00:20

Geledah Pukul 03.20

Rabu, 04 November 2026 | 00:04

Peduli Karhutla, PKSS Salurkan Ribuan Masker dan Susu Steril

Selasa, 03 November 2026 | 23:43

Listyo Sigit Cs Salah Pilih Lawan, Akhirnya Masuk Penjara

Selasa, 03 November 2026 | 23:22

WNA China Praperadilkan BNN di PN Jaktim terkait Narkoba

Selasa, 03 November 2026 | 23:00

Ditanya soal Gibran Ikut Disadap, Yusril: Wallahu A'lam bish-Shawab

Selasa, 03 November 2026 | 22:45

TEI 2026 jadi Pintu Ekspor Produk Sawit dan Pangan Indonesia

Selasa, 03 November 2026 | 22:32

Ini Kronologi Penyadapan Prabowo oleh Listyo Sigit Dkk

Selasa, 03 November 2026 | 22:29

Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin BUMN dengan Nilai Integritas dan Nasionalisme

Selasa, 03 November 2026 | 22:13

Selengkapnya