Berita

Ilustrasi kantor BPKP. (Foto: laman resmi)

Politik

BPKP Ingatkan Masyarakat Waspada i Undangan Seminar dan Bimtek Palsu

JUMAT, 04 SEPTEMBER 2026 | 11:56 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai peredaran surat undangan seminar nasional dan bimbingan teknis (bimtek) palsu yang mencatut nama BPKP.

Belakangan, beredar di sejumlah daerah surat undangan seminar nasional/bimtek yang disebut akan berlangsung pada 23-24 September 2026 di Jakarta. Surat tersebut mencatut nama dan identitas BPKP.

Juru Bicara BPKP Gunawan Wibisono menegaskan surat tersebut merupakan dokumen palsu yang dibuat oleh pihak tidak bertanggung jawab.


"Surat palsu tersebut bertujuan untuk menipu calon peserta dengan mempersyaratkan pembayaran biaya sebesar Rp8,5 juta per peserta ke rekening pribadi dengan mengatasnamakan bendahara BPKP," ujar Gunawan dalam keterangannya, Jumat, 4 September 2026.

Gunawan mengatakan BPKP akan mengambil langkah hukum terhadap pihak yang mencatut nama dan identitas lembaga.

BPKP juga mengimbau masyarakat mewaspadai undangan yang mensyaratkan pembayaran atau transfer dana, terutama jika menggunakan rekening atas nama pribadi dan bukan rekening lembaga.

"BPKP juga mengimbau masyarakat untuk memverifikasi identitas pengirim, alamat surat elektronik atau nomor kontak, format dan isi dokumen, serta pihak yang tercantum dalam undangan," katanya.

"Verifikasi menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa informasi yang diterima benar-benar berasal dari BPKP," sambungnya.

Untuk memastikan keaslian informasi, penerima surat yang mengatasnamakan BPKP dapat melakukan konfirmasi kepada BPKP Pusat maupun perwakilan BPKP di daerah melalui kanal komunikasi resmi yang tercantum di situs BPKP, media sosial BPKP, pegawai BPKP yang menjadi penghubung antar-lembaga, atau datang langsung ke kantor BPKP.

"Klarifikasi ini disampaikan sebagai bentuk perlindungan kepada masyarakat untuk mencegah kesalahpahaman dan kerugian akibat beredarnya informasi atau undangan palsu yang mengatasnamakan BPKP," ujar Gunawan.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

UPDATE

Investasi Jakarta Tertinggi Nasional, Tumbuh 22,1 Persen

Rabu, 04 November 2026 | 00:34

Pemerintah Optimis Polri Bakal Bongkar Aktor Intelektual Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 00:20

Geledah Pukul 03.20

Rabu, 04 November 2026 | 00:04

Peduli Karhutla, PKSS Salurkan Ribuan Masker dan Susu Steril

Selasa, 03 November 2026 | 23:43

Listyo Sigit Cs Salah Pilih Lawan, Akhirnya Masuk Penjara

Selasa, 03 November 2026 | 23:22

WNA China Praperadilkan BNN di PN Jaktim terkait Narkoba

Selasa, 03 November 2026 | 23:00

Ditanya soal Gibran Ikut Disadap, Yusril: Wallahu A'lam bish-Shawab

Selasa, 03 November 2026 | 22:45

TEI 2026 jadi Pintu Ekspor Produk Sawit dan Pangan Indonesia

Selasa, 03 November 2026 | 22:32

Ini Kronologi Penyadapan Prabowo oleh Listyo Sigit Dkk

Selasa, 03 November 2026 | 22:29

Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin BUMN dengan Nilai Integritas dan Nasionalisme

Selasa, 03 November 2026 | 22:13

Selengkapnya