Berita

Ilustrasi. (Foto: Generate AI)

Bisnis

Dolar AS Tertekan ke Rp17.618 Dipicu Sentimen Ini

JUMAT, 04 SEPTEMBER 2026 | 09:52 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Nilai tukar Rupiah bergerak menguat pada perdagangan Jumat, 4 September 2026.

Dikutip dari data Bloomberg, Rupiah bergerak ke level Rp17.618 per Dolar AS, menguat 61 poin atau 0,35 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Pengamat pasar keuangan Ibrahim Assuaibi mengatakan, pergerakan pasar keuangan masih dibayangi sejumlah sentimen global, terutama eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.


“Indeks Dolar AS melemah setelah adanya kekhawatiran baru bahwa eskalasi konfrontasi militer antara Amerika Serikat dan Iran dapat semakin mengganggu pasokan minyak dari Timur Tengah,” kata Ibrahim dalam risetnya.

Ia menjelaskan, pasukan AS menyerang wilayah pesisir selatan Iran. Teheran kemudian membalas dengan menyerang posisi-posisi AS di sejumlah wilayah kawasan tersebut.

“Ini merupakan aksi saling serang paling intens antara kedua negara sejak bulan Juli,” tegasnya.

Selain konflik geopolitik, tekanan terhadap Dolar AS juga datang dari data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang berada di bawah ekspektasi pasar.

Data ADP Employment Change menunjukkan jumlah pekerja sektor swasta AS hanya bertambah 38.000 pada Agustus 2026. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan perkiraan 47.000 dan kenaikan 46.000 pada periode sebelumnya.

Di sisi kebijakan moneter, pelaku pasar juga meningkatkan spekulasi terkait arah suku bunga The Fed dalam waktu dekat.

“Menurut perangkat CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga pada pertemuan tanggal 15-16 September saat ini berada di kisaran 64 persen, naik dari 36 persen pada pekan sebelumnya,” kata Ibrahim.

Sementara dari dalam negeri, pasar menyambut positif pelantikan Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026-2031. Destry menjadi perempuan pertama yang memimpin bank sentral Indonesia.

Meski demikian, Ibrahim menilai ruang penguatan Rupiah masih terbatas lantaran terdapat kekhawatiran inflasi umum maupun inflasi inti akan meningkat dalam beberapa bulan mendatang.

“Ini dipicu oleh tingginya biaya input dan logistik, kembali naiknya harga energi, serta potensi gangguan pasokan pangan akibat fenomena El Nino,” tuturnya.

Untuk perdagangan hari ini, Ibrahim memperkirakan Rupiah masih akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat.Ia memproyeksikan Rupiah berada di rentang Rp17.630 hingga Rp17.680 per Dolar AS.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Bawaslu Minta Masukan Insan Pers Maksimalkan Kinerja Pengawasan Pemilu

Jumat, 04 September 2026 | 04:41

Dihadiri Kapolri, Apel Kebangsaan dan Kemah Nasional PUI 2026 Bidik Kaderisasi Pemuda

Jumat, 04 September 2026 | 04:14

Jangan Sampai Indonesia jadi Jalur Lalu Lintas Narkoba Internasional!

Jumat, 04 September 2026 | 03:59

PTUN Jakarta Kukuhkan PERKAPI sebagai Organisasi Kurator yang Sah

Jumat, 04 September 2026 | 03:39

PBB Perkuat Regenerasi dan Siapkan Kader Muda Rebut Kursi Parlemen 2029

Jumat, 04 September 2026 | 03:19

TNI Perkuat Pendidikan Siswa SMP di Papua Selatan

Jumat, 04 September 2026 | 02:52

Kasus Keracunan MBG Marak Lagi, Kepala BGN Mengaku Terpukul dan Drop

Jumat, 04 September 2026 | 02:26

Harga Pertamax Tidak Naik, Daya Beli Masyarakat Terjaga

Jumat, 04 September 2026 | 01:48

Kuasa Hukum Bantah Febrie Terima Rp40 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Jumat, 04 September 2026 | 01:20

Penjelasan Kepala BGN soal Kasus Keracunan MBG Berulang Bikin Syok

Jumat, 04 September 2026 | 00:59

Selengkapnya