Berita

Anggota Bawaslu RI Totok Hariyono, dalam kegiatan Diskusi Media bertajuk "Refleksi Kepemimpinan Bawaslu Jelang 5 Tahun", pada rangkaian kegiatan Media Gathering di Pangandaran, Jawa Barat, Kamis, 3 September 2026. (Foto: KPP DEM)

Politik

Refleksi 5 Tahun Kepemimpinan

Bawaslu Minta Masukan Insan Pers Maksimalkan Kinerja Pengawasan Pemilu

JUMAT, 04 SEPTEMBER 2026 | 04:41 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Masa lima tahun kepemimpinan Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia (Bawaslu RI) periode 2022-2027 akan genap dalam kurun waktu beberapa bulan. Insan pers turut diajak untuk merefleksikan kinerja yang sudah berjalan, sekaligus berkontribusi pikiran untuk memaksimalkan kinerja lembaga ini untuk ke depannya.

Hal tersebut disampaikan Anggota Bawaslu RI Totok Hariyono, dalam kegiatan Diskusi Media bertajuk "Refleksi Kepemimpinan Bawaslu Jelang 5 Tahun", pada rangkaian kegiatan Media Gathering di Pangandaran, Jawa Barat, Kamis, 3 September 2026.

Totok sebagai mantan jurnalis senior media cetak ternama di Jawa Timur itu memandang, pers dan media merupakan kelompok masyarakat terdidik yang memiliki keberpihakan bukan pada segelintir orang, tetapi bertanggung jawab kepada masyarakat.


"Saya tetap sebagai seorang jurnalis yang ditempatkan di Bawaslu, saya merasa belum bekerja secara maksimal. Karena menurut Pulitzer, satu-satunya ideologi wartawan itu adalah tidak ada keberpihakan. Satu-satunya keberpihakan adalah pada yang dhuafa, yang lemah. Keberpihakan wartawan, jurnalis hanya pada kebenaran," kata Totok.

Wakil Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu RI ini menjelaskan, prinsip insan pers itu yang menegaskan jurnalis bukan sekadar profesi.

"Melainkan jalan ideologi. Seperti orang berjalan menuju cahaya di dalam lorong yang gelap gulita. Sendiri, sepi, terseok-seok, itulah jurnalis. Tapi punya tujuan berjalan di ujung cahaya. Penyampai avatar itulah seorang ideolog, seorang jurnalis," tuturnya.

Bahkan, Totok juga membuat perumpamaan tentang tugas jurnalis dalam mencari informasi yang bersifat mandiri atau independen, dengan kerja aparat penegak hukum hingga tukang palak sekalipun.

"Yang selalu saya katakan, bedanya seorang jurnalis, intel, dan preman. Kalau intel, itu ada sebuah fenomena/kejadian diinvestigasi, lalu dilaporkan kepada komandannya. Kalau preman, ada sebuah kejadian didalami, lalu dijadikan duit untuk kepentingannya," urainya.

"Tapi jurnalis, ada sebuah peristiwa diinvestigasi, dicari sudut angle yang baik, dielaborasi, lalu disampaikan kepada masyarakat tanpa berpihak, biarlah masyarakat yang akan menilai. Itulah jurnalis," sambung Totok.

Oleh karena itu, Totok meminta masukan kepada insan pers untuk perbaikan kinerja kelembagaan Bawaslu RI ke depannya, supaya hal-hal yang belum dilakukan dapat dimaksimalkan ke depannya.

"Karena itu, saya tidak banyak yang bisa saya sampaikan karena penilaiannya adalah kawan-kawan. Karena kawan-kawan tidak akan berpihak pada siapa pun kecuali pada tugas, fungsi, dan kewenangan Bawaslu. Apakah Bawaslu sudah melaksanakan? Kawan-kawan yang lebih paham," tegasnya.

"Kawan-kawan yang menelanjangi saya. Zaya mempertanggungjawabkan ini kepada kawan-kawan, lalu kawan-kawan mempertanggungjawabkan itu kepada masyarakat. Karena itu, saya tidak bisa menilai diri saya sendiri. Kami berupaya menjadi yang terbaik, walaupun kami bukan orang yang baik," pungkas Totok.

Turut hadir dalam kegiatan ini Anggota Bawaslu RI mengampu Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat, Lolly Suhenty, Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Barat mengampu Koordinator Divisi Humas Data, dan Informasi, Muamarullah, serta jajaran Ketua Bawaslu Kabupaten Pangandaran Iwan Yudiyawan beserta jajaran anggotanya.

Beserta yang menjadi narasumber bersama Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) periode 2022-2025, Mimah Susanti; Presidium Nasional Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP), Nuraini, dan Ketua Umum Koalisi Pewarta Pemilu dan Demokrasi (KPP DEM) Achmad Satryo Yudhantoko.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Diburu Kolektor, BI Cetak Lagi Rupiah Tanda Tangan Purbaya

Jumat, 25 September 2026 | 00:17

DPRD DKI: Perkuat Fungsi Edukasi dan Kebudayaan di TIM

Jumat, 25 September 2026 | 00:04

Pelunasan BLBI Jadi Tonggak Penyelesaian Krisis 1997-1998

Kamis, 24 September 2026 | 23:37

Tim Hukum: Tak Ada Saksi Sebut Heri Susanto Terima Suap

Kamis, 24 September 2026 | 23:19

Sufmi Dasco akan Kukuhkan Pengurus APKLI Merah Putih

Kamis, 24 September 2026 | 23:00

Tagihan Cicilan Kopdes Merah Putih Rp37,7 Triliun Jatuh Tempo Besok

Kamis, 24 September 2026 | 22:59

Warisan Kwik Kian Gie untuk Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 22:48

DPR Minta Basarnas Lanjutkan Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kamis, 24 September 2026 | 22:26

Tokoh Adat Papua Kecam Penembakan Tiga Warga Sipil di Muliama

Kamis, 24 September 2026 | 22:23

Menko Yusril Pastikan Media Bebas Meliput di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 22:11

Selengkapnya