Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Bisnis

Wall Street Bangkit dari Tekanan Berkat Aksi Borong Saham

KAMIS, 03 SEPTEMBER 2026 | 07:57 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Wall Street kembali menemukan momentum setelah tiga sesi perdagangan sebelumnya ditutup melemah. Investor mulai memburu saham-saham yang dinilai sudah terkoreksi berlebihan, meski ketegangan di Timur Tengah dan tekanan di pasar obligasi masih menjadi perhatian.

Pada penutupan perdagangan Rabu, 2 September 2026, waktu Amerika Serikat (AS), indeks Dow Jones Industrial Average naik 295,01 poin atau 0,56 persen menjadi 53.061,89. S&P 500 bertambah 35,16 poin atau 0,46 persen ke level 7.666,63, sedangkan Nasdaq Composite menguat 118,05 poin atau 0,45 persen menjadi 26.217,83.

Saham berkapitalisasi kecil mencatat kinerja lebih baik. Indeks Russell 2000 naik 1,1 persen, mengungguli saham-saham berkapitalisasi besar. Dari 11 sektor utama S&P 500, sektor material mencatat kenaikan terbesar, sementara real estat menjadi satu-satunya sektor yang berakhir di zona merah.


Sejumlah saham teknologi juga menguat. Nvidia naik 3,2 persen, sementara Micron Technology dan Qualcomm masing-masing bertambah 2,4 persen dan 2 persen. Pergerakan saham semikonduktor menjadi perhatian karena sektor ini sebelumnya mengalami tekanan cukup besar dan telah kehilangan hampir seperempat nilainya sejak akhir Juni.

Saham Dell Technologies melonjak 15,8 persen setelah perusahaan menaikkan proyeksi laba dan pendapatan tahunannya. Saham Brown-Forman, produsen Jack Daniel's, juga naik 3,9 persen setelah membukukan laba kuartalan yang melampaui ekspektasi. Sementara itu, saham Uber Technologies menguat 1,6 persen setelah mengumumkan rencana pemutusan hubungan kerja terhadap sekitar 10 persen karyawannya.

Penguatan bursa terjadi ketika investor mencari peluang di tengah meningkatnya kembali minat terhadap aset berisiko. Namun, pasar masih dibayangi aksi jual obligasi global yang mendorong kekhawatiran terhadap inflasi dan meningkatnya utang pemerintah.

Tekanan tersebut semakin besar karena konflik AS dan Iran kembali memanas. Kedua negara meningkatkan serangan udara dalam eskalasi terbesar sejak Juli, sehingga harapan dimulainya kembali perundingan meredup. Konflik berkepanjangan dikhawatirkan menjaga harga energi tetap tinggi dan memperbesar tekanan inflasi.

Dari sisi ekonomi, data menunjukkan penambahan tenaga kerja sektor swasta AS pada Agustus lebih rendah dari perkiraan. Revisi penurunan pesanan barang modal inti juga mengindikasikan kemungkinan melambatnya belanja perusahaan. Investor selanjutnya akan mencermati sejumlah data ekonomi, termasuk perdagangan internasional, biaya tenaga kerja dan produktivitas kuartal II, serta indeks aktivitas sektor jasa.

Di Bursa New York Stock Exchange (NYSE), saham yang menguat lebih banyak dibandingkan yang melemah dengan rasio 1,78 banding 1. Sementara di Nasdaq, sebanyak 3.102 saham naik dan 1.679 saham turun, atau dengan rasio 1,85 banding 1.

Volume perdagangan di bursa AS mencapai 14,75 miliar saham, lebih rendah dibandingkan rata-rata 20 hari perdagangan terakhir yang berada di 15,19 miliar saham.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Sandy Rio Kuahaty Nakhodai GAMKI Jakut 2026-2029

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:26

Bawaslu Dorong Transformasi Digital dari Administrasi ke Pengawasan Berbasis Risiko

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:23

Kementerian HAM Perluas Akses Pendidikan Tak Hanya untuk ASN

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:14

Reformasi Kelistrikan Penting untuk Capai Ekonomi 8 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:01

Menkop Kukuhkan Yudi Azis sebagai Rektor IKOPIN Periode 2026–2031

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:44

Bahas Keamanan hingga Lapangan Kerja

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:42

Meracik Horor Komedi di Film Ghosthing, Ini Pandangan Peter Surya Wijaya

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:41

Tanggapi Survei Celios, Gibran Janji Kerja Lebih Baik

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:35

Mantan Pj Gubernur Sulsel Bantah Cawe-cawe Pengadaan Bibit Nanas

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:31

APBD DKI 2027 Diusulkan Rp82,89 Triliun, Naik 4,18 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:20

Selengkapnya