Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Bursa Eropa Tertekan, STOXX 600 Terseret Lonjakan Harga Minyak

KAMIS, 03 SEPTEMBER 2026 | 07:11 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kekhawatiran terhadap inflasi kembali membayangi pasar saham Eropa. Lonjakan harga energi dan kenaikan imbal hasil obligasi membuat investor lebih berhati-hati, terutama di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Pada penutupan perdagangan Rabu, 2 September 2026 waktu setempat, indeks STOXX 600 yang mencakup saham-saham utama Eropa turun 0,2 persen ke level 645,94. Indeks tersebut sempat menyentuh posisi terendah dalam satu bulan pada perdagangan hari itu.

Tekanan terbesar datang dari sektor ritel yang merosot 2,3 persen. Sementara itu, indeks DAX Jerman turun 0,5 persen dan CAC 40 Prancis melemah 0,3 persen setelah sebelumnya menyentuh level terendah dalam hampir dua bulan.


Sentimen pasar turut dipengaruhi oleh harga minyak mentah Brent yang bertahan di atas 95 Dolar AS per barel. Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran bahwa kenaikan biaya energi dapat kembali mendorong inflasi.

Tekanan juga datang dari pasar obligasi. Imbal hasil obligasi pemerintah Jerman bertenor 10 tahun mencapai level tertinggi sejak April 2011. Pasar bahkan memperkirakan peluang hampir 100 persen bagi Bank Sentral Eropa (ECB) untuk menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pekan depan.

Investor juga mencermati tingginya beban utang pemerintah di sejumlah negara besar Eropa, termasuk Prancis, Italia, dan Inggris. Suku bunga yang lebih tinggi berpotensi meningkatkan biaya pembayaran utang sekaligus menambah tekanan terhadap kondisi fiskal negara-negara tersebut.

Meski demikian, kinerja perusahaan yang relatif kuat selama musim laporan keuangan terbaru masih menjadi penyangga bagi pasar. Sejumlah investor menilai perusahaan-perusahaan Eropa mampu menghadapi tekanan ekonomi lebih baik dari perkiraan.

Di sektor perbankan, saham justru menguat 0,6 persen. Kenaikan suku bunga dinilai berpotensi memberikan keuntungan bagi sektor pemberi pinjaman.

Saham ING naik 2,4 persen setelah Morgan Stanley menaikkan rekomendasinya menjadi "overweight" dari sebelumnya "equal-weight".

Sejumlah saham bergerak tajam akibat aksi korporasi. Lottomatica anjlok 7,7 persen setelah mengumumkan rencana mengakuisisi perusahaan taruhan asal Spanyol, Cirsa. Sebaliknya, saham Cirsa melonjak 18,5 persen.

Saham Volkswagen juga turun 3,2 persen setelah penyedia indeks STOXX mengumumkan Nokia akan kembali masuk ke indeks Euro STOXX 50 untuk menggantikan produsen mobil asal Jerman tersebut.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

UPDATE

Investasi Jakarta Tertinggi Nasional, Tumbuh 22,1 Persen

Rabu, 04 November 2026 | 00:34

Pemerintah Optimis Polri Bakal Bongkar Aktor Intelektual Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 00:20

Geledah Pukul 03.20

Rabu, 04 November 2026 | 00:04

Peduli Karhutla, PKSS Salurkan Ribuan Masker dan Susu Steril

Selasa, 03 November 2026 | 23:43

Listyo Sigit Cs Salah Pilih Lawan, Akhirnya Masuk Penjara

Selasa, 03 November 2026 | 23:22

WNA China Praperadilkan BNN di PN Jaktim terkait Narkoba

Selasa, 03 November 2026 | 23:00

Ditanya soal Gibran Ikut Disadap, Yusril: Wallahu A'lam bish-Shawab

Selasa, 03 November 2026 | 22:45

TEI 2026 jadi Pintu Ekspor Produk Sawit dan Pangan Indonesia

Selasa, 03 November 2026 | 22:32

Ini Kronologi Penyadapan Prabowo oleh Listyo Sigit Dkk

Selasa, 03 November 2026 | 22:29

Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin BUMN dengan Nilai Integritas dan Nasionalisme

Selasa, 03 November 2026 | 22:13

Selengkapnya