Berita

Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza (tengah) menerima audiensi Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan dengan Asosiasi IUMKM Akumandiri di kantor Kementerian UMKM, Jakarta, Rabu, 2 September 2026. (Foto: Istimewa)

Bisnis

Political Will Pemda jadi Bagian Penting Majukan UMKM

KAMIS, 03 SEPTEMBER 2026 | 03:30 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Komitmen pemerintah daerah (Pemda) dalam memajukan iklim usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) terus menjadi sorotan.
 
Hal itu tertuang dalam audiensi antara Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza didampingi Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan dengan Asosiasi IUMKM Akumandiri di kantor Kementerian UMKM, Jakarta, Rabu, 2 September 2026.
 
Dalam kesempatan tersebut, Wamen UMKM Helvi menuturkan bahwa arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memajukan UMKM sangat besar. Terlebih saat ini ada 17 Kementerian/Lembaga plus BUMN yang juga ikut bertanggung jawab mengurus UMKM.
 

 
“Kalau dari pemerintah pusat itu banyak program tersebar, persoalannya adalah political will pemdanya. Jadi kalau kita ingin merajut korporasi otomatis kita harus sudah menentukan tempatnya dan kita juga harus mengadakan kesepahaman dengan pemdanya,” kata Helvi.
 
Oleh karena itu, Kementerian PPPA yang digandeng untuk membuat program UMKM, khususnya yang menjangkau kaum perempuan, terlebih dahulu harus disertai dengan komitmen pemda.
 
Menanggapi hal tersebut, Wamen PPPA Veronica TAN meminta agar masalah komunikasi dengan pemda dalam rangka memajukan UMKM yang kerap terjadi saat ini harus segera diselesaikan.
 
“Dalam kabinet merah putih ini kita harus banyak sinergi, terutama sinergi antara kementerian, UMKM, ekonomi kreatif, mungkin kita PPPA sebagai pelaku usahanya. Apa kemudian missing gap-nya, apa yang dibutuhkan? Nah di situ kita ada datanya. Tapi balik lagi itu bisa piloting harus dengan pemda,” ujar Veronica.
 
Dengan demikian, ia mendorong perlunya pilot project minimal dengan Pemda DKI, sehingga pemberdayaan UMKM bisa dilakukan dan berdampak pada perekonomian nasional.
 
Sementara itu, Ketua Asosiasi IUMKM Akumandiri, Hermawati Setyorinny menyatakan bahwa pihaknya telah eksis selama kurang lebih 10 tahun dalam memberdayakan UMKM dengan anggota sekitar 500 ribu se-Indonesia.
 
“Kita sudah menjalankan akses pemberdayaan resmi dengan bank Himbara. Kita paham sekali banyak akses dari pemerintah yang pelaku UMKM sulit masuk. Program pemerintah bagus, nawaitu-nya bagus, namun implementasinya di lapangan yang tidak seragam,” kata Rinny akrab disapa.
 
Dalam momen tersebut, Kementerian UMKM juga mengenalkan platform ‘Sapa UMKM’ yang berfungsi untuk melakukan database bagi pelaku UMKM beserta segala akses yang dibuka oleh pemerintah.
 
Akumandiri pun menyambut baik upaya untuk merapikan database UMKM yang dilakukan pemerintah melalui teknologi digital. Harapannya para pelaku UMKM ke depan, khususnya anggota Akumandiri bisa langsung mengisi data dalam platform tersebut.
 
Pertemuan yang berlangsung penuh keakraban itu, Ketua Asosiasi IUMKM Akumandiri, Hermawati turut didampingi oleh Ketua Bidang Diklat, Pembinaan dan Pengembangan UMK, Yunita; Ketua Bidang Media dan Komunikasi Publik, Aditya Nugraha,  Ketua Bidang Kerjasama Usaha, Antar Lembaga dan Kemitraan, Husriani; dan Ketua DPW Akumandiri Provinsi Jawa Barat, Reza Rizky Darmawan.  
  

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Si Jago Tua yang Dilupakan

Senin, 31 Agustus 2026 | 04:40

UPDATE

Jaksa Agung: Ini Saatnya, Badai Harus Berlalu

Rabu, 02 September 2026 | 22:09

Dugaan Pelanggaran Etik, Perwira Polri Dilaporkan ke Propam

Rabu, 02 September 2026 | 21:49

BPOM Butuh Anggaran Rp2,4 Triliun, Rp509 Miliar Khusus Kawal MBG

Rabu, 02 September 2026 | 21:21

DPR Minta Pelaku Pembakaran Hutan Dihukum Mati

Rabu, 02 September 2026 | 21:04

Halmahera Tengah Diguncang Gempa, Belasan Rumah dan Faskes Rusak

Rabu, 02 September 2026 | 20:45

Polri Ujung Tombak Demokrasi dalam Aksi 27 Agustus

Rabu, 02 September 2026 | 20:22

Keluarga Indonesia Diajak Siapkan Warisan Bermakna

Rabu, 02 September 2026 | 19:46

Dari Rival Menjadi Sekutu: Strategi Othello Prabowo

Rabu, 02 September 2026 | 19:30

Siswa Tak Libur di Tengah Kabut Asap, Kadisdik Kalteng Diminta Tak Asal Ambil Keputusan

Rabu, 02 September 2026 | 19:23

Indonesia Tak Bisa Akal-akali Alokasi Jemaah Haji dari Arab Saudi

Rabu, 02 September 2026 | 19:17

Selengkapnya