Berita

Menteri Kebudayaan Fadli Zon (Foto: Istimewa)

Nusantara

Kementerian Kebudayaan Jamin Buku Sejarah Nasional Bebas Intervensi Pemerintah

RABU, 02 SEPTEMBER 2026 | 15:33 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kementerian Kebudayaan memastikan penyusunan lima jilid pertama seri buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global berlangsung tanpa intervensi pemerintah. Negara hanya berperan sebagai fasilitator, sementara substansi dan narasi sejarah sepenuhnya menjadi kewenangan para sejarawan.

Lima jilid buku tersebut diluncurkan pada Senin 31 Agustus 2026. Peluncuran ini sekaligus menandai pemutakhiran penulisan sejarah nasional Indonesia setelah hampir dua dekade.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan kementeriannya sengaja tidak terlibat dalam proses teknis penyusunan naskah untuk menjaga integritas ilmiah dan objektivitas hasil penelitian.


"Dalam penyusunan buku ini, Kementerian Kebudayaan hanya bertindak sebagai fasilitator. Substansi, metodologi, dan narasi sepenuhnya diserahkan kepada para sejarawan yang tergabung dalam tim penyusun. Bahkan satu lembar pun naskahnya tidak kami ubah, karena ini sepenuhnya karya ilmiah dan wujud kebebasan akademik para ahli," tegas Fadli Zon dalam Taklimat Media Peluncuran Buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global di Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Senin 31 Agustus 2026.

Penyusunan lima jilid pertama melibatkan 123 sejarawan dan akademisi dari 34 perguruan tinggi serta 11 lembaga penelitian independen di berbagai wilayah Indonesia.

Kementerian Kebudayaan menyebut keterlibatan akademisi dari beragam institusi dan daerah tersebut menjadi bagian dari upaya menghindari dominasi satu narasi maupun bias kepentingan politik tertentu.

Editor Umum Tim Penyusun Buku Sejarah Indonesia, Singgih Tri Sulistiyono, mengatakan jaminan independensi dari negara memberikan ruang bagi para peneliti untuk membangun narasi yang berorientasi pada perspektif Indonesia dengan menggunakan metodologi ilmu pengetahuan mutakhir.

Menurut Singgih, sejarawan memiliki tanggung jawab menyajikan fakta dan analisis berdasarkan metodologi ilmiah. Karena itu, buku tersebut tidak diarahkan untuk membentuk hafalan dogmatis maupun membawa kepentingan politik tertentu.

Sebaliknya, buku Sejarah Indonesia disusun untuk menggambarkan perjalanan Nusantara sebagai bagian dari peradaban dunia, termasuk berbagai perkembangan dan interaksi yang telah berlangsung sejak masa awal.

“Lima jilid pertama yang diterbitkan ini berfokus pada babak awal perjalanan Nusantara, mulai dari era praaksara, perkembangan kebudayaan maritim, interaksi dengan peradaban Timur Tengah dan Asia, hingga dinamika sosial-politik pada abad ke-19,” tambahnya.

Untuk membuka ruang bagi publik dalam mengakses dan menguji hasil penelitian tersebut, Kementerian Kebudayaan menyediakan seluruh berkas digital lima jilid pertama secara gratis.

Masyarakat dapat mengunduh buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global melalui portal resmi pustakabudaya.id mulai Rabu 2 September 2026.


Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

Si Jago Tua yang Dilupakan

Senin, 31 Agustus 2026 | 04:40

UPDATE

Pemerintah Didesak Tetapkan Karhutla Sebagai Bencana Nasional

Rabu, 02 September 2026 | 12:22

Anggaran Kementerian LH 2027 Diusulkan Naik Jadi Rp2,57 Triliun

Rabu, 02 September 2026 | 12:16

Film Animasi Terlaris China All Wishes Come True Resmi Tayang di Bioskop Indonesia

Rabu, 02 September 2026 | 11:56

Mahasiswa Indonesia Antusias Sambut Kedatangan Prabowo di Vladivostok

Rabu, 02 September 2026 | 11:53

Kapolri Minta Seluruh Kapolda Perkuat Pencegahan dan Pengendalian Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 11:49

Siaga 98 Minta RUU Perampasan Aset Fokus pada Perampasan Tanpa Pemidanaan

Rabu, 02 September 2026 | 11:38

Prabowo Tiba di Vladivostok, Penuhi Undangan Putin Hadiri EEF ke-11

Rabu, 02 September 2026 | 11:24

Komdigi Usul Tambahan Rp3,23 Triliun, DPR Ingatkan Ini

Rabu, 02 September 2026 | 11:19

Mending Persoalkan Kasus Judol Ketimbang Ribut Pernyataan Budi Arie

Rabu, 02 September 2026 | 11:17

AHY: Posisi Boleh Berubah, Komitmen Demokrasi Harus Terjaga!

Rabu, 02 September 2026 | 10:58

Selengkapnya