Berita

Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana Ketut dalam siaran pers, Rabu 2 September 2026 (Foto: Dok. BGN)

Nusantara

80 Orang Dirawat Gegara Terdampak Keracunan MBG di Sidoarjo

RABU, 02 SEPTEMBER 2026 | 14:44 WIB | LAPORAN: ABDUL ROUF ADE SEGUN

Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat sebanyak 512 orang terdampak kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Kalitengah, Sidoarjo, Jawa Timur.

“Total yang terpapar atau terdampak sebanyak 512 orang,” kata Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana Ketut dalam siaran pers, Rabu 2 September 2026.

Dari jumlah tersebut, sekitar 80 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara 312 orang telah keluar dari rumah sakit setelah dinyatakan sembuh.


BGN juga masih melakukan observasi terhadap sekitar 120 orang lainnya untuk memastikan kondisi kesehatan para korban.

“Namun demikian kita masih juga melakukan satu observasi sebanyak 120 orang,” kata Ketut.

Menurut Ketut, BGN saat ini memprioritaskan penanganan dan penyelamatan kesehatan para korban yang masih menjalani perawatan.

BGN juga telah melakukan komunikasi intensif dengan kepala daerah serta pimpinan Pondok Pesantren Manbaul Hikam, termasuk jajaran Madrasah Aliyah dan Madrasah Tsanawiyah.

Selain penanganan terhadap para korban, BGN juga melakukan langkah-langkah internal untuk menelusuri penyebab kasus tersebut.

Investigasi dilakukan bersama dinas kesehatan terkait untuk mengetahui secara pasti faktor yang menyebabkan terjadinya keracunan.

“Dan hasilnya nanti akan kita umumkan apa yang menyebabkan terjadinya keracunan,” kata Ketut.

Ia menegaskan, saat ini perhatian utama BGN adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan kesehatan yang diperlukan.

“Selanjutnya pada saat ini, kita akan fokus dengan melakukan penyelamatan bagaimana kesehatan dari anak-anak kita ini di beberapa rumah sakit,” pungkas Ketut.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya