Berita

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Bisnis

Neraca Dagang Juli Kembali Surplus 120 Juta Dolar AS

RABU, 02 SEPTEMBER 2026 | 13:39 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Neraca perdagangan Indonesia kembali mencatat surplus pada Juli 2026 sebesar 120 juta dolar AS, setelah mengalami defisit pada Mei dan Juni 2026. Kondisi ini mendorong optimisme pemerintah agar surplus kembali berlanjut.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan, kinerja ekspor menjadi salah satu penopang untuk menjaga tren positif tersebut. Ia mencatat ekspor Indonesia sepanjang Januari-Juli tumbuh 4,43 persen.

"Sehingga Januari-Juli kita ekspor kita kan (tumbuh) 4,43 persen. Nah, kita harapan kita ya sampai seterusnya menjadi surplus lagi," ujar Budi di Jakarta Pusat, Rabu 2 September 2026. 


Budi menjelaskan, defisit neraca perdagangan sebelumnya turut dipengaruhi tingginya harga minyak dunia yang berada di atas 100 dolar AS per barel. Namun, surplus nonmigas disebut masih terus berjalan.

"Ya mudah-mudahan harga minyak ini terkontrol karena kebutuhan kita kan juga cukup besar. Sementara itu, memang surplus nonmigas kita terus berjalan. Kita kan karena defisit migasnya saja, tapi surplus nonmigas tetap jalan ya," kata Budi.

Pemerintah menargetkan kondisi surplus tidak hanya bertahan hingga akhir 2026. Budi berharap neraca perdagangan Indonesia dapat terus mencatat surplus secara berkelanjutan.

"Ya, kita, kita target kita begitu. Kita maunya nggak sampai akhir tahun, sampai seterusnya, ya surplus terus," kata Budi.

Untuk menjaga surplus tersebut, Kementerian Perdagangan akan mendorong peningkatan kinerja ekspor nasional, terutama agar surplus nonmigas semakin besar.

"Jadi kita harus tetap meningkatkan ekspor kita. Bagaimana kita meningkatkan ekspor kita sehingga surplus nonmigas harus terus naik lebih besar," kata Budi.

Sebelumnya, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan surplus neraca perdagangan Juli terjadi karena nilai ekspor lebih besar dibandingkan impor.

Ekspor Indonesia pada Juli 2026 mencapai 26,22 miliar dolar AS, naik 6,05 persen dibandingkan Juli 2025. Sementara impor mencapai 6,09 miliar dolar AS atau meningkat 27,02 persen secara tahunan.

Kinerja ekspor Juli ditopang ekspor nonmigas sebesar 25,43 miliar dolar AS yang naik 6,84 persen secara tahunan. Kondisi tersebut turut menjaga neraca perdagangan Indonesia tetap surplus pada Juli 2026.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Bursa Asia Awali November di Zona Merah

Senin, 02 November 2026 | 08:21

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Senin, 02 November 2026 | 07:55

Jet Pribadi Jatuh dan Meledak Dekat Permukiman, Sembilan Orang Tewas

Senin, 02 November 2026 | 07:40

Dituding Manipulasi Suara, Ketua KPU India Didesak Mundur

Senin, 02 November 2026 | 07:20

OJK: Tak Ada Dua Sanksi untuk Satu Pelanggaran di Pasar Modal

Senin, 02 November 2026 | 07:06

Polda Metro Tak Cukup Minta Maaf soal “Mahasewa Bayaran”

Senin, 02 November 2026 | 06:40

Kelurahan Berperan Besar Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 02 November 2026 | 06:36

Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Senin, 02 November 2026 | 06:00

PPP NTB Protes Mardiono Asal Pecat Pengurus

Senin, 02 November 2026 | 05:39

Ketika Syarat Konstitusional Wapres Dipersoalkan

Senin, 02 November 2026 | 05:26

Selengkapnya