Berita

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: RMOL)

Politik

Prabowo Jangan Menyepelekan Survei jika Ingin Nyapres Lagi

RABU, 02 SEPTEMBER 2026 | 13:32 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Mantan Menko Polhukam Mahfud MD menilai penurunan tingkat kepercayaan publik terhadap Presiden Prabowo Subianto merupakan sinyal serius yang perlu diperhatikan.

Mahfud mengaku percaya terhadap hasil sejumlah lembaga survei yang menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo terus mengalami penurunan, bahkan kini berada di bawah 50 persen.

"Saya percaya survei itu benar karena empat lembaga survei mengatakan hal yang sama. Dan angkanya mirip-mirip, terkecuali soal dukungan parpol," kata Mahfud lewat kanal Youtube miliknya, Rabu, 2 September 2026.


Ia menyebut sejumlah lembaga survei yang mencatat tren tersebut, di antaranya Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Indikator Politik Indonesia yang dipimpin Burhanuddin Muhtadi, lembaga survei yang dipimpin Jayadi Hanan, serta survei Tempo.

Menurut Mahfud, konsistensi hasil dari sejumlah lembaga survei menunjukkan bahwa kritik publik terhadap tata kelola pemerintahan Prabowo tidak bisa begitu saja diabaikan.

Mahfud mengatakan, pada enam bulan pertama pemerintahan, masyarakat masih dapat memaklumi berbagai persoalan karena memberikan kesempatan kepada pemerintah untuk bekerja. Namun, jika setelah waktu berjalan tidak terlihat perkembangan positif yang dirasakan masyarakat, tingkat kepercayaan publik berpotensi terus menurun.

"Itu artinya kritik-kritik masyarakat terhadap Pak Prabowo selama ini itu benar bahwa tata kelola pemerintah itu sudah bagus," tuturnya.

Karena itu, Mahfud mengingatkan agar tren tersebut menjadi perhatian Prabowo, terutama jika Presiden ke-8 RI itu memiliki keinginan untuk kembali maju dalam Pilpres mendatang.

Menurutnya, penurunan elektabilitas atau tingkat kepercayaan Prabowo dapat menjadi persoalan serius karena kompetisi politik ke depan tidak hanya menghadirkan calon dari satu kelompok.

"Oleh sebab itu kalau Prabowo ingin mencalonkan lagi sebagai presiden ini harus diperhatikan. Mungkin untuk (popularitas) Dedi Mulyadi bisa diredam karena sama-sama Gerindra, tapi calon-calon lain kan bisa menyalip, sementara keturunannya Pak Prabowo turun terus," katanya.

Mahfud menegaskan keinginan Prabowo untuk kembali maju sebagai calon presiden merupakan hak politik yang bersangkutan. Namun, ia meminta Prabowo tidak menganggap remeh tren survei.

Ia bahkan mengingatkan Prabowo agar tidak terlalu percaya diri menghadapi dinamika politik dan perubahan persepsi publik.

"Nah itu, jangan terlalu percaya diri, terlalu polos. Itu yang bikin dia selalu kalah di masa lalu karena terlalu menyepelekan terhadap survei," pungkasnya.


Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

Si Jago Tua yang Dilupakan

Senin, 31 Agustus 2026 | 04:40

UPDATE

Pemerintah Didesak Tetapkan Karhutla Sebagai Bencana Nasional

Rabu, 02 September 2026 | 12:22

Anggaran Kementerian LH 2027 Diusulkan Naik Jadi Rp2,57 Triliun

Rabu, 02 September 2026 | 12:16

Film Animasi Terlaris China All Wishes Come True Resmi Tayang di Bioskop Indonesia

Rabu, 02 September 2026 | 11:56

Mahasiswa Indonesia Antusias Sambut Kedatangan Prabowo di Vladivostok

Rabu, 02 September 2026 | 11:53

Kapolri Minta Seluruh Kapolda Perkuat Pencegahan dan Pengendalian Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 11:49

Siaga 98 Minta RUU Perampasan Aset Fokus pada Perampasan Tanpa Pemidanaan

Rabu, 02 September 2026 | 11:38

Prabowo Tiba di Vladivostok, Penuhi Undangan Putin Hadiri EEF ke-11

Rabu, 02 September 2026 | 11:24

Komdigi Usul Tambahan Rp3,23 Triliun, DPR Ingatkan Ini

Rabu, 02 September 2026 | 11:19

Mending Persoalkan Kasus Judol Ketimbang Ribut Pernyataan Budi Arie

Rabu, 02 September 2026 | 11:17

AHY: Posisi Boleh Berubah, Komitmen Demokrasi Harus Terjaga!

Rabu, 02 September 2026 | 10:58

Selengkapnya