Berita

Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. (Foto: tangkapan layar)

Politik

Mahfud MD Endus Ada Permainan Politik Canggih di Balik Pernyataan Budi Arie

RABU, 02 SEPTEMBER 2026 | 10:45 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menilai pernyataan Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi mengenai kemungkinan Pemilu berlangsung lebih cepat dari 2029 perlu dilihat dari dua aspek, yakni hukum dan politik.

Dari sisi hukum, Mahfud menilai pernyataan Budi Arie tidak dapat dipersoalkan. Menurutnya, tidak ada ketentuan hukum yang dapat menjerat Budi Arie hanya karena menyampaikan analisis mengenai kemungkinan Pemilu dipercepat.

Namun secara politik, Mahfud melihat pernyataan tersebut justru dapat memberikan keuntungan bagi Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), karena membuat nama mantan Presiden dua periode tersebut kembali menjadi perbincangan publik.


"Secara hukum Budi Arie mengatakan itu ya tidak apa-apa, tidak melanggar hukum. Tidak ada risiko apa pun bagi Budi Arie. Tapi secara politis ini bisa menguntungkan Jokowi," kata Mahfud lewat kanal Youtube miliknya, Rabu, 2 September 2026.

Menurut Mahfud, meskipun Budi Arie kemudian mendapat kritik dan akhirnya meminta maaf, situasi tersebut tetap membuat nama Jokowi terus muncul dalam pemberitaan dan perbincangan politik. Ia bahkan menduga polemik tersebut bisa saja merupakan bagian dari strategi politik yang sengaja dimainkan.

"Malah menurut saya itu disengaja dilempar saja. Anda tidak akan diapa-apakan, setelah itu diatur agar PSI marahi dia," ujarnya.

Mahfud menilai sikap Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang mengkritik pernyataan Budi Arie memang dapat dipandang sebagai respons yang benar. Namun, ia menduga terdapat pihak yang mengatur rangkaian polemik tersebut.

Mahfud menilai permintaan maaf Budi Arie tersebut justru dapat dilihat sebagai bagian dari kecerdikan politik apabila memang sejak awal ada skenario untuk mengangkat kembali nama Jokowi dalam percakapan publik.

"Menurut saya ini kecerdikan kalau mau dianggap Jokowi mengetahui, bahkan mungkin menyuruh ini," katanya.

Kendati demikian, Mahfud mengingatkan agar publik tidak gegabah menyimpulkan bahwa pernyataan Budi Arie merupakan upaya kudeta terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

"Jangan gegabah menuduh Budi dan Jokowi mau kudeta, nggak mungkin. Itu analisis biasa bahwa Pemilu bisa dipercepat," tegasnya.

Di sisi lain, Mahfud juga menyoroti munculnya desakan agar Presiden Prabowo segera mengambil tindakan terhadap Budi Arie. Menurutnya, seruan agar Prabowo segera menindak Budi Arie justru tidak perlu dibesar-besarkan karena bisa menjadi bagian dari dinamika politik.

"Ada yang mengatakan, ayo Pak Prabowo harus segera menindak ini. Kalau Pak Prabowo tidak segera menurunkan, habis ini ada yang bilang begitu. Ah, itu permainan semua," tuturnya.

Mahfud menilai rangkaian polemik tersebut pada akhirnya tidak memberikan konsekuensi hukum terhadap Budi Arie, tetapi berhasil membuat sejumlah nama kembali menjadi sorotan publik.

"Ini bagian dari permainan politik yang canggih. Kalau ini memang sengaja oleh timnya Jokowi, menurut saya canggih," pungkas Mahfud.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Bursa Asia Ambruk, Saham Teknologi Berguguran

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:30

Nasdaq Tertekan, Investor Wall Street Waspadai Inflasi AS

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:17

Bidik Pasar Modal, Dua BUMD DKI Konsultasikan Rencana IPO ke OJK

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:06

Delta Tunda Penerbangan ke Arab Saudi Usai Serangan Riyadh hingga 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:46

Logam Mulia Tertekan Dolar Jelang Rilis Inflasi Amerika Serikat

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:29

Pasar Eropa Hijau Didorong Saham Perbankan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:13

Drone Seeder Solusi Reklamasi Lahan Pascatambang, SOP Masih Digodok

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:56

Republik Konoha dan Krisis Ketiga

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:23

Olahan Sagu Inovasi TEP IPB University Ramaikan Festival Kali Maro IV Merauke

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:57

Ijazah bagi Kekuasaan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:27

Selengkapnya