Berita

Ilustrasi (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

IHSG Dibuka Hijau saat Gejolak Baru AS-Iran Bayangi Pasar

RABU, 02 SEPTEMBER 2026 | 09:19 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Gejolak baru antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali mengguncang pasar global. Kenaikan harga minyak dan tekanan di pasar obligasi membuat investor lebih waspada, meski IHSG masih mampu membuka perdagangan di zona hijau.

Pada perdagangan Rabu, 2 September 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka naik 0,40 persen atau 26,67 poin ke level 6.626,61. Sebelumnya, IHSG ditutup menguat 1,14 persen ke posisi 6.599,94 pada perdagangan Selasa.

Pada awal perdagangan, sebanyak 278 saham menguat, 90 saham melemah, dan 595 saham bergerak stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp412,4 miliar dengan volume 632,4 juta saham dan frekuensi 56.270 transaksi. Kapitalisasi pasar BEI tercatat sekitar Rp11.574 triliun.


Meski dibuka positif, IHSG menghadapi sejumlah risiko dari pasar global. AS kembali melancarkan serangan udara ke Iran pada Selasa, yang kemudian dibalas Teheran dengan serangan rudal dan drone terhadap sejumlah fasilitas AS di Timur Tengah.

Eskalasi tersebut memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global mengingat Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

Kekhawatiran itu tercermin dari pergerakan harga minyak yang melonjak lebih dari 4 persen. Hal ini berpotensi kembali meningkatkan tekanan inflasi global dan membuat investor mencermati arah suku bunga.

Dari dalam negeri, sentimen IHSG juga bercampur. PMI manufaktur Indonesia kembali masuk zona kontraksi pada Agustus 2026 dengan level 49,8. Sementara inflasi Agustus tercatat 0,21 persen secara bulanan dan 3,19 persen secara tahunan.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya