Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Bisnis

Wall Street Tertekan di Awal September

RABU, 02 SEPTEMBER 2026 | 08:03 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Wall Street mengawali September dengan tekanan kuat. Kenaikan harga minyak dan imbal hasil obligasi AS membuat investor kembali menghindari aset berisiko, sementara ketegangan di Timur Tengah semakin memperburuk sentimen pasar.

Pada penutupan perdagangan Selasa, 1 September 2026, indeks Dow Jones Industrial Average turun 418,97 poin atau 0,79 persen ke 52.766,93. S&P 500 melemah 0,71 persen menjadi 7.631,47, sedangkan Nasdaq Composite terkoreksi paling dalam, yakni 1,03 persen ke 26.099,77.

Tekanan terbesar terlihat di sektor teknologi dan saham-saham yang sensitif terhadap suku bunga. Indeks Philadelphia Semiconductor juga turun 2,1 persen, dengan seluruh saham komponennya berakhir di zona merah. Sementara itu, sektor energi menjadi salah satu yang menguat karena mendapat dorongan dari kenaikan harga minyak.


Sentimen negatif juga tercermin dari luasnya penurunan saham. Di Bursa Efek New York (NYSE), saham yang turun lebih banyak dibandingkan yang naik dengan rasio 2,8 berbanding 1. Di Nasdaq, sebanyak 3.523 saham melemah, berbanding 1.258 saham yang menguat.

Kondisi pasar diperburuk oleh kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Imbal hasil Treasury acuan terus meningkat setelah sebelumnya mencapai level tertinggi dalam 19 bulan. Kenaikan yield membuat saham menjadi kurang menarik karena investor memperkirakan suku bunga akan bertahan lebih tinggi.

Pasar kini juga semakin memperbesar taruhan terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada September. Berdasarkan CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin dalam pertemuan September mencapai 68,2 persen, naik tajam dari 39,6 persen sepekan sebelumnya.

Kenaikan harga minyak menjadi faktor lain yang menekan pasar saham. Ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah Amerika Serikat melancarkan serangan baru terhadap target Iran di sekitar Selat Hormuz. Kekhawatiran terhadap gangguan pasokan minyak global pun kembali meningkat.

Selain faktor geopolitik, sejumlah data ekonomi AS turut menunjukkan tanda-tanda perlambatan. Laporan JOLTS menunjukkan jumlah lowongan kerja pada Juli lebih rendah dari perkiraan, sementara aktivitas manufaktur dan pembangunan perumahan juga menunjukkan pelemahan.

Investor juga menghadapi faktor musiman. September secara historis menjadi salah satu bulan terburuk bagi pasar saham AS. Dengan Wall Street yang memulai bulan dalam tekanan, kenaikan yield obligasi, harga minyak yang melonjak, serta ketidakpastian geopolitik, ruang gerak investor untuk mengambil risiko menjadi semakin terbatas.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya