Berita

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni di Kementerian Kehutanan, Jakarta Pusat pada Selasa, 1 September 2026. (Foto: RMOL/Bonfilio)

Politik

Raja Juli: Presiden Prabowo Pemimpin Tegas dalam Atasi Karhutla

RABU, 02 SEPTEMBER 2026 | 01:02 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni mengatakan ada peran penting Presiden Prabowo Subianto dalam menurunnya trend hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Ucapan terima kasih saya tentu kepada Pak Presiden Prabowo Subianto. Beliau seorang pemimpin yang sangat tegas terutama dalam karhutla ini,” ujar Raja Juli di kantor Kemenhut, Jakarta Pusat pada Selasa, 1 September 2026.

Secara teknis, ia menyebut arahan dan keterlibatan Prabowo menjadi salah satu dorongan bagi pemerintah untuk terus bekerja keras menekan Karhutla.


Lanjut Raja Juli, Prabowo memimpin langsung rapat terbatas terkait Karhutla serta turun langsung ke lapangan di Kalimantan hingga Sumatera.

Bahkan, setelah peninjauan lapangan perkembangan penanganan Karhutla terus dipantau oleh Sekretaris Kabinet dan Menteri Sekretaris Negara. 

“Hari ke hari saya selalu dicek oleh Pak Seskab maupun Pak Mensesneg tren hari ini seperti apa dan itu memotivasi kami secara keseluruhan untuk terus bekerja keras,” jelasnya.

Trend hotspot selama Agustus menunjukkan perbaikan di sejumlah wilayah. Pada 30-31 Agustus, hotspot di Riau tercatat nol selama dua hari. Sementara di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat juga menunjukkan penurunan dalam perkembangan terakhir.

Meski demikian, Menhut mengingatkan seluruh pihak bahwa perbaikan tersebut tidak boleh membuat pemerintah lengah. Sebab, September disebut sebagai puncak El Nino sekaligus periode perjuangan berikutnya dalam penanganan Karhutla.


Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Kembali Bongkar Peran Dirjen Bea Cukai dalam Skandal Suap Blueray Cargo

Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:46

UPDATE

Elite NU Harus Setop Jadikan Warga Nahdliyin Objek Politik Praktis

Rabu, 02 September 2026 | 01:48

Gus Alex Pernah Setor Pansus Haji DPR Lewat Teman Nusron Wahid, Segini Besarnya

Rabu, 02 September 2026 | 01:21

Raja Juli: Presiden Prabowo Pemimpin Tegas dalam Atasi Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 01:02

Setoran ke Ditjen Imigrasi Didalami KPK Lewat Pemeriksaan Staf KJRI Kuching

Rabu, 02 September 2026 | 00:47

Skema BLU Berisiko Tambah Beban Birokrasi Tata Kelola Sektor Energi

Rabu, 02 September 2026 | 00:23

Harga Pertamax Green 95 Disesuaikan dan Mulai Berlaku 2 September 2026

Rabu, 02 September 2026 | 00:01

Menko Polkam Ajak Seluruh Sektor Serius Tangkal DFK di Medsos

Selasa, 01 September 2026 | 23:40

BP Batam Pilih Tak Bergantung dengan APBN

Selasa, 01 September 2026 | 23:18

Lobi Fuad Hasan Masyhur Berujung Persetujuan Jokowi soal Tambahan Kuota Haji 2022

Selasa, 01 September 2026 | 23:15

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Sandiaga Uno Dinilai Layak Masuk Kabinet

Selasa, 01 September 2026 | 22:29

Selengkapnya