Berita

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni di Kementerian Kehutanan, Jakarta Pusat pada Selasa 1 September 2026. (Foto: RMOL)

Politik

Menhut: Karhutla Terjadi karena Dibakar

SELASA, 01 SEPTEMBER 2026 | 21:22 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menilai kemungkinan besar kebakaran lahan dan hutan (karhutla) di sejumlah wilayah di Tanah Air terjadi akibat dibakar oleh pihak-pihak tertentu, bukan murni kebakaran.

"Sudah hampir pasti ini adalah dibakar, bukan kebakaran, baik itu dilakukan oleh personal masyarakat, pekebun-pekebun biasa, atau korporasi," kata Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni di Kemenhut, Jakarta, Senin 1 September 2026.

Raja Juli mengatakan, Kemenhut telah bekerja dengan instansi terkait, sesuai perintah Presiden Prabowo Subianto, dalam penegakan hukum karhutla.


"Kami tidak akan pernah tumpul ke atas, tajam ke bawah. Siapa pun yang melakukan pelanggaran, siapa pun yang melakukan pelanggaran, tanpa terdiskriminasi, kami akan tindak sesuai dengan undang-undang kehutanan yang kami miliki," kata Raja Juli.

Sebelumnya, Raja Juli Antoni mengklaim tren jumlah titik panas (hotspot) kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia menunjukkan penurunan pada akhir Agustus 2026.

Hal ini dikatakan Raja Juli berdasarkan data yang dirilis di https://sipongi.gakkum.kehutanan.go.id/ milik Kementerian Kehutanan pada akhir Agustus 2026.

Dari data Sipongi tersebut, Provinsi Riau dan Jambi tercatat sudah nol hotspot per 31 Agustus 2026 pukul 23.59 WIB.

"Kita lihat data dari tanggal 1 Agustus sampai dengan 31 Agustus (menurun)," kata Raja Juli.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya