Berita

Pengamat kebijakan publik sekaligus Guru Besar Sosiologi Hukum Fakultas Hukum Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansah. (Foto: Istimewa)

Nusantara

Sekolah Jadi Simpul Pengawasan Tata Kelola MBG

SELASA, 01 SEPTEMBER 2026 | 21:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pembenahan internal Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi pijakan penting untuk membawa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke tahap tata kelola yang lebih matang. 

Penguatan sumber daya manusia (SDM) perlu diterjemahkan menjadi pengawasan berlapis hingga sekolah, standar keamanan pangan yang konsisten, transparansi anggaran, serta model layanan yang menjamin setiap anak memperoleh makanan bergizi secara aman dan setara.

Pengamat kebijakan publik sekaligus Guru Besar Sosiologi Hukum Fakultas Hukum Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansah, menilai langkah Kepala BGN Sudaryono menertibkan organisasi dan mengevaluasi kapasitas sumber daya manusia sebagai langkah progresif di tubuh BGN. 


"Dari sisi human resources, apa yang dilakukan Sudaryono sangat progresif," kata Trubus, dikutip Selasa 1 September 2026.

Menurut Trubus, pembenahan sumber daya manusia merupakan titik awal, bukan tujuan akhir. 

Kapasitas personel harus didukung pembagian kewenangan yang jelas, prosedur operasional yang terukur, sistem pelaporan yang mudah diaudit, serta mekanisme koreksi yang cepat ketika ditemukan makanan tidak layak, keterlambatan distribusi, atau ketidaksesuaian menu.

Dalam kerangka itu, pengawasan tidak cukup berhenti di internal BGN. Pengawasan perlu dibangun berlapis dari pusat, pemerintah daerah, SPPG, hingga sekolah. 

Guru dapat membantu memeriksa kondisi makanan yang diterima siswa dan menyampaikan temuan di lapangan, tetapi tanggung jawab utama atas keamanan, mutu, dan kepatuhan tetap berada pada pengelola SPPG beserta sistem pengawasan BGN.

"Tanggung jawab hukum pengelola harus jelas apabila terjadi pelanggaran serius, termasuk kasus keracunan makanan. Pengawasan perlu dibangun berlapis dari pusat hingga sekolah," kata Trubus.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya