Berita

Asisten Utama Kapolri bidang Perencanaan Umum dan Anggaran (Astamarena) Komjen Wahyu Hadiningrat. (Repro YouTube TV Parlemen)

Presisi

Polri Minta Tambahan Anggaran Rp44,9 Triliun

SELASA, 01 SEPTEMBER 2026 | 16:38 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengajukan penambahan anggaran tahun 2027 sebesar Rp44,9 triliun.

Tambahan anggaran itu dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan operasional sekaligus mendukung pelaksanaan sejumlah program prioritas nasional yang melibatkan Polri.

Demikian disampaikan Asisten Utama Kapolri bidang Perencanaan Umum dan Anggaran (Astamarena) Komjen Wahyu Hadiningrat dalam Rapat Kerja (Raker) membahas Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Kementerian/Lembaga (K/L) bersama Komisi III DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 1 September 2026.


Wahyu mengatakan, kebutuhan ideal anggaran Polri pada 2027 mencapai sekitar Rp184 triliun. Sementara, pagu anggaran yang diterima Polri saat ini sebesar Rp139,19 triliun. Dengan demikian, masih terdapat kekurangan sekitar Rp44,9 triliun.

“Kalau kita melihat alokasi anggaran yang nanti akan muncul, kita berharap kembali ke Rp184 triliun sehingga kurang lebih kurangnya Rp45 triliun,” kata Wahyu.

Wahyu menjelaskan, pada tahap awal perencanaan, Polri mengajukan kebutuhan anggaran sebesar Rp178,69 triliun. Namun, dalam penetapan pagu indikatif, Polri hanya mendapatkan Rp118 triliun atau sekitar 66 persen dari kebutuhan yang diusulkan.

Anggaran tersebut kemudian bertambah sekitar Rp21,19 triliun pada tahap penetapan pagu anggaran, sehingga menjadi Rp139,19 triliun.

Meski meningkat, Polri menilai pagu tersebut masih belum mencukupi kebutuhan operasional di lapangan.

“Yang sekarang kita sampaikan adalah kita di posisi Rp139,19 triliun. Di Rp139 ini terjadi perubahan namun tidak merubah pagu yaitu hanya pergeseran dari belanja modal ke belanja barang sehingga pagunya tetap,” kata Wahyu.

Selain meminta tambahan anggaran, Polri mengusulkan pergeseran anggaran sebesar Rp3,6 triliun dari belanja modal ke belanja barang.

Pergeseran tersebut diperlukan untuk memenuhi kebutuhan operasional, di antaranya bahan bakar minyak dan pelumas (BMP), listrik, perlengkapan personel, satuan kerja baru, pendidikan, hingga pemeliharaan almatsus dan gedung.

Anggaran tersebut juga diperlukan untuk penanganan kerusuhan massa, pengamanan VVIP, serta penanggulangan bencana.

“Terhadap kebutuhan anggaran 2027 yang kami paparkan menjadi center point adalah masih adanya kekurangan anggaran pada operasional Polri yaitu belanja barang sebesar kurang lebih Rp3,6 triliun,” kata Wahyu.

Wahyu menegaskan, pergeseran anggaran Rp3,6 triliun tersebut tidak mengubah total pagu Polri yang telah ditetapkan sebesar Rp139,19 triliun.

Di sisi lain, Polri tetap berharap Komisi III DPR memberikan dukungan terhadap usulan penambahan anggaran tersebut dalam pembahasan tahap berikutnya.

“Besar harapan kami kepada pimpinan dan anggota dewan Komisi III DPR yang menjadi mitra kami untuk dapat memberikan dukungan terhadap usulan pertama itu, usulan tambahan,” kata Wahyu.

Menurut Wahyu, kebutuhan anggaran Polri juga berkaitan dengan tugas mendukung sejumlah program prioritas nasional dan direktif Presiden.

Program tersebut antara lain ketahanan pangan, penanganan dan pemulihan pascabencana, pembangunan jembatan, hingga penyediaan hunian sementara.

“Kegiatan ini juga memerlukan dukungan anggaran yang cukup besar,” tutup Wahyu.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

IPW Desak Transparansi Penegakan Hukum Kasus 1.048 Ton Udang Impor di Jatim

Minggu, 01 November 2026 | 01:50

Langkah Polisi Tangani Kasus Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo Diapresiasi Warga

Minggu, 01 November 2026 | 01:24

Polda Metro Siap Dikritik Buntut Penyelenggaraan Deklarasi Sumpah Pemuda 29 Oktober

Minggu, 01 November 2026 | 00:43

Ramai Logo Muncul di TIME100 Next Gala, Danantara Bantah Bayar Dana Sponsorship

Minggu, 01 November 2026 | 00:16

Pengurus Baru SAPMA PP DKI Jakarta Siap Berkolaborasi dengan Pemprov

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:47

Polisi Tangkap Pelaku Penembakan di Kampung Ambon, Ini Motifnya

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:17

Winda Marfita Pastikan Tak Terlibat Kasus Investasi PT MBS yang Dilaporkan Nur Istianti

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:57

Asrul Haruna Terpilih Sebagai Koorpresnas BEM PTMA Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:43

Rembuk Pemuda Himpun Aspirasi dari 29 Provinsi, Kukuhkan DPP Pertama

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:32

PPP Maluku Tolak Pemberhentian Agus Suparmanto-Taj Yasin

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:44

Selengkapnya