Berita

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

Sufmi Dasco Ahmad:

WNI Jadi Tentara Rusia Gegara Diiming-imingi Gaji Besar

SELASA, 01 SEPTEMBER 2026 | 16:11 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengungkap modus yang diduga digunakan untuk merekrut delapan warga negara Indonesia (WNI) hingga akhirnya bergabung menjadi tentara Rusia.

Informasi tersebut, kata Dasco, diterima DPR dari otoritas intelijen Indonesia. Delapan WNI diduga tidak mengetahui tujuan sebenarnya dari proses perekrutan yang mereka ikuti.

Mereka awalnya ditawari pekerjaan sebagai tenaga keamanan maupun administrasi. Iming-iming gaji besar digunakan untuk menarik minat para calon pekerja.


"Informasi dari otoritas intelijen kita bahwa perekrutan tentara itu kemudian dilakukan oleh negara pihak ketiga, yang kemudian membuat seolah-olah itu adalah lowongan satuan pengamanan ataupun kemudian tenaga administrasi yang diiming-imingi oleh gaji yang besar," kata Dasco di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa 1 September 2026.

Menurut Dasco, pola tersebut membuat para WNI mendaftar sebagaimana layaknya pencari kerja. Namun, dalam proses berikutnya, mereka justru dikirim untuk bergabung sebagai tentara.

"Begitu informasi yang kami dapat," kata Dasco.

Dasco memastikan pemerintah tidak tinggal diam menyikapi informasi tersebut. Langkah antisipasi telah dilakukan untuk menelusuri dugaan perekrutan WNI tersebut.

Otoritas intelijen Indonesia bersama Kementerian Luar Negeri (Kemlu) juga telah melakukan koordinasi. Pemerintah bahkan telah mengirimkan utusan ke sejumlah negara terkait untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.

Sebelumnya, Dinas Intelijen Asing Ukraina mengeklaim sedikitnya delapan WNI telah direkrut untuk bergabung dengan pasukan Rusia.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Kembali Bongkar Peran Dirjen Bea Cukai dalam Skandal Suap Blueray Cargo

Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:46

UPDATE

Kemenkum Tegas Pertahankan Pembatalan Status Badan Hukum PLK

Selasa, 01 September 2026 | 16:28

Rebranding Dukcapil di Tarakan Tembus 1.387 Layanan Adminduk

Selasa, 01 September 2026 | 16:22

WNI Jadi Tentara Rusia Gegara Diiming-imingi Gaji Besar

Selasa, 01 September 2026 | 16:11

Pengamat Wanti-wanti BLU Batu Bara: Efisien Boleh, Pembangkit Jangan Terganggu

Selasa, 01 September 2026 | 15:53

UBakrie's Week 2026 Persiapkan 1.147 Mahasiswa Baru untuk Dunia Kampus dan Industri

Selasa, 01 September 2026 | 15:41

Bukan Cuma Cari Juara, Kemenag Bidik Kader Ulama dari MTQN XXXI

Selasa, 01 September 2026 | 15:39

DPR: Usut Tuntas Kematian Warga Pejompongan Korban Kerusuhan Demo

Selasa, 01 September 2026 | 15:34

Destry Resmi Pimpin BI, Perry Titip Pesan di Tengah Gejolak Global

Selasa, 01 September 2026 | 15:30

BNI Tawarkan Sukuk Ritel SR025 Lewat wondr, Imbal Hasil hingga 6,9 Persen

Selasa, 01 September 2026 | 15:25

Bawa Program "Klasterku Hidupku", BRI Ajak Pengusaha Ikan Kering Sorong Naik Kelas

Selasa, 01 September 2026 | 15:24

Selengkapnya