Berita

Stafsus Menteri Agama Bidang Komunikasi dan Kebijakan Publik Ismail Cawidu (Foto: RMOL/Reni Erina)

Nusantara

MTQN XXXI Perkuat Tradisi Keilmuan Al Quran

SELASA, 01 SEPTEMBER 2026 | 14:37 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) XXXI tidak semestinya hanya dipandang sebagai ajang perlombaan membaca Al Quran. Lebih dari itu, kegiatan tersebut dinilai dapat menjadi ruang untuk membangun kecintaan sekaligus memperdalam pemahaman umat terhadap kitab suci.

Stafsus Menteri Agama Bidang Komunikasi dan Kebijakan Publik Ismail Cawidu, mengatakan, kedalaman pemahaman agama menjadi salah satu kunci dalam membangun kehidupan beragama yang moderat. Menurutnya, konflik yang mengatasnamakan agama justru kerap muncul ketika pemahaman terhadap ajaran agama masih dangkal.

“Konflik lahir dari kedangkalan, bukan kedalaman. Orang-orang yang memahami agama secara dangkal, itu gampang sekali tersulut. Mereka harus memiliki kedalaman pemahaman yang baik,” kata Ismail di kantor Kementerian Agama (Kemenag), Jakarta, Selasa 1 September 2026.


Ia menjelaskan, pemahaman terhadap agama tidak cukup hanya bertumpu pada hafalan atau pengetahuan yang diwariskan secara turun-temurun. Umat juga perlu memahami makna, konteks, serta nilai yang terkandung dalam setiap ajaran.

Menurut Ismail, pesan-pesan dalam kitab suci pada dasarnya mengarahkan umat pada nilai-nilai besar seperti keadilan dan kasih sayang. Karena itu, pemahaman yang utuh diperlukan agar ajaran agama tidak berhenti pada pelaksanaan ritual secara formal.

Literasi keagamaan, lanjutnya, juga berperan penting untuk mencegah kesalahpahaman. Gesekan yang membawa-bawa agama sering kali muncul akibat kutipan ajaran yang dilepaskan dari konteks dan tidak dipahami secara menyeluruh.

“Karena itu, berbagai kegiatan keagamaan perlu diarahkan untuk memperkuat pemahaman umat. Hal tersebut berlaku bagi seluruh agama,” ujarnya.

Dalam konteks Islam, Ismail melihat MTQN XXXI sebagai salah satu sarana untuk membangun tradisi pembelajaran Al Quran di tengah masyarakat. Kegiatan tersebut diselenggarakan secara berjenjang dan melibatkan masyarakat dari berbagai daerah.

MTQ juga tidak hanya memperlombakan kemampuan membaca Al Quran. Di dalamnya terdapat berbagai cabang yang mendorong peserta untuk menghafal, memahami, menafsirkan, hingga menulis Al Quran melalui seni kaligrafi.

Karena itu, penyelenggaraan MTQ yang berlangsung dari tingkat akar rumput hingga nasional dinilai memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar menentukan pemenang. 

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses memperkenalkan Al Quran kepada masyarakat sekaligus mendorong generasi muda untuk semakin dekat dengan kitab suci.

Ismail menilai pola pembinaan yang berlangsung secara berjenjang menunjukkan bahwa pendalaman Al Quran dapat tumbuh dari lingkungan masyarakat paling bawah. Dari tingkat lokal, peserta kemudian dapat berkembang hingga mengikuti kompetisi di tingkat yang lebih tinggi.

Hal tersebut, menurutnya, sejalan dengan semangat moderasi beragama yang terus didorong Kementerian Agama. Pendalaman ajaran agama diharapkan membuat umat tidak mudah tersulut oleh isu yang mengatasnamakan agama serta mampu melihat persoalan secara lebih utuh.

Dengan demikian, MTQN XXXI diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial atau kompetisi tahunan. Kegiatan tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk membangun tradisi literasi keagamaan yang lebih kuat, sehingga nilai-nilai Al Quran tidak hanya dibaca dan dihafalkan, tetapi juga dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Bursa Asia Awali November di Zona Merah

Senin, 02 November 2026 | 08:21

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Senin, 02 November 2026 | 07:55

Jet Pribadi Jatuh dan Meledak Dekat Permukiman, Sembilan Orang Tewas

Senin, 02 November 2026 | 07:40

Dituding Manipulasi Suara, Ketua KPU India Didesak Mundur

Senin, 02 November 2026 | 07:20

OJK: Tak Ada Dua Sanksi untuk Satu Pelanggaran di Pasar Modal

Senin, 02 November 2026 | 07:06

Polda Metro Tak Cukup Minta Maaf soal “Mahasewa Bayaran”

Senin, 02 November 2026 | 06:40

Kelurahan Berperan Besar Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 02 November 2026 | 06:36

Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Senin, 02 November 2026 | 06:00

PPP NTB Protes Mardiono Asal Pecat Pengurus

Senin, 02 November 2026 | 05:39

Ketika Syarat Konstitusional Wapres Dipersoalkan

Senin, 02 November 2026 | 05:26

Selengkapnya