Berita

Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

DPR Ungkap Alasan Draf RUU Perampasan Aset Belum Dibuka ke Publik

SELASA, 01 SEPTEMBER 2026 | 14:26 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

DPR belum membuka secara transparan draf RUU Perampasan Aset kepada publik meski pembahasannya terus dikebut. 

Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal menilai, draf belum semestinya dipublikasikan sebelum seluruh tahapan pembahasan internal rampung.

“Justru bahaya kalau belum timus-timsin (Tim Perumus-Tim Sinkronisasi) sudah dibuka, malah jadi misinterpretasi nantinya,” kata Cucun di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa 1 September 2026. 


Menurut Cucun, draf yang beredar saat ini belum dapat dianggap sebagai naskah final karena masih terdapat tahapan pembahasan, termasuk Daftar Inventarisasi Masalah (DIM), Tim Perumus dan Tim Sinkronisasi (timus-timsin), serta penyusunan naskah akademik.

“Iya kan DIM-nya jadi naskah akademiknya kan ini undang-undang baru ya,” kata Cucun.

Cucun kembali menegaskan pentingnya menunggu proses perapihan sebelum draf RUU tersebut dibuka secara luas. Ia khawatir beredarnya berbagai versi draf justru menimbulkan penafsiran yang berbeda-beda.

“Jangan, nanti malah jadi misinterpretasi, ada berbagai draft beredar,” kata Cucun.

Sikap tersebut muncul di tengah kritik masyarakat sipil, termasuk Indonesia Corruption Watch (ICW) dan sejumlah pakar hukum, yang menilai DPR belum transparan dalam pembahasan RUU Perampasan Aset.

DPR dikritik karena belum mempublikasikan naskah akademik, draf resmi, maupun DIM, sementara pembahasan ditargetkan menghasilkan pengesahan paling lambat 15 Desember 2026.

Minimnya akses terhadap dokumen tersebut juga dinilai berpotensi menghambat partisipasi bermakna masyarakat. 

Berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi (MK), publik memiliki hak untuk didengar, dipertimbangkan, dan mendapat penjelasan dalam proses pembentukan undang-undang.

Kondisi itu turut memunculkan kekhawatiran dari pegiat antikorupsi mengenai kemungkinan masuknya pasal bermasalah atau pelemahan substansi krusial apabila pembahasan berlangsung tanpa keterbukaan dokumen.

Namun, Cucun tetap meminta publik menunggu proses pembahasan dan perapihan RUU Perampasan Aset sebelum draf dibuka, agar dokumen yang beredar tidak menimbulkan misinterpretasi.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

IPW Desak Transparansi Penegakan Hukum Kasus 1.048 Ton Udang Impor di Jatim

Minggu, 01 November 2026 | 01:50

Langkah Polisi Tangani Kasus Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo Diapresiasi Warga

Minggu, 01 November 2026 | 01:24

Polda Metro Siap Dikritik Buntut Penyelenggaraan Deklarasi Sumpah Pemuda 29 Oktober

Minggu, 01 November 2026 | 00:43

Ramai Logo Muncul di TIME100 Next Gala, Danantara Bantah Bayar Dana Sponsorship

Minggu, 01 November 2026 | 00:16

Pengurus Baru SAPMA PP DKI Jakarta Siap Berkolaborasi dengan Pemprov

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:47

Polisi Tangkap Pelaku Penembakan di Kampung Ambon, Ini Motifnya

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:17

Winda Marfita Pastikan Tak Terlibat Kasus Investasi PT MBS yang Dilaporkan Nur Istianti

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:57

Asrul Haruna Terpilih Sebagai Koorpresnas BEM PTMA Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:43

Rembuk Pemuda Himpun Aspirasi dari 29 Provinsi, Kukuhkan DPP Pertama

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:32

PPP Maluku Tolak Pemberhentian Agus Suparmanto-Taj Yasin

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:44

Selengkapnya