Berita

(Foto: Dok. BRI)

Bisnis

Mutiara dari Lombok untuk Dunia

Setia Pearl Perluas Pasar Global Berkat Pelatihan Ekspor BRI Peduli

SELASA, 01 SEPTEMBER 2026 | 13:57 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Di pesisir Pulau Lombok, Setiawati melihat mutiara bukan sekadar keindahan alam, tetapi juga identitas daerah yang berpotensi membuka peluang kesejahteraan masyarakat.

Berangkat dari keyakinan tersebut, ia mendirikan Setia Pearl di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat pada 2018. Usaha yang dirintisnya tidak hanya berfokus pada penjualan perhiasan. 

Setiawati ingin menjadikan mutiara Lombok sebagai oleh-oleh khas yang dicari wisatawan sekaligus membuka kesempatan kerja bagi perempuan dan penyandang tunarungu. 


Baginya, bisnis akan lebih bermakna ketika mampu tumbuh bersama masyarakat di sekitarnya. Berbekal mutiara alami Lombok, Setia Pearl menghadirkan berbagai koleksi perhiasan seperti cincin, gelang, kalung, anting, hingga liontin yang dapat dibuat secara khusus sesuai kebutuhan pelanggan. Produk-produknya juga dirancang agar dapat menjangkau berbagai segmen pasar.

Perjalanan membangun usaha tentu tidak selalu mudah. Seiring meningkatnya permintaan pasar, Setiawati mulai memiliki keinginan membuka cabang di berbagai wilayah Indonesia. Namun, kebutuhan modal untuk bahan baku dan lokasi usaha menjadi tantangan terbesar yang harus dihadapi.

"Tantangan terbesar dalam usaha kami adalah melakukan ekspansi ke beberapa daerah di Indonesia. Permintaan pasar sebenarnya cukup besar, tetapi kebutuhan modal untuk bahan baku dan tempat usaha juga semakin besar," ujar Setiawati dikutip Selasa 1 September 2026.

Di tengah upayanya mengembangkan usaha, Setiawati mengikuti Pelatihan Ekspor yang diselenggarakan oleh BRI Peduli. Program tersebut memberikan pemahaman mengenai strategi, persiapan, hingga peluang yang dapat dimanfaatkan UMKM untuk memasuki pasar internasional.

Menurutnya, pelatihan tersebut mengubah cara pandangnya terhadap dunia ekspor. Jika sebelumnya ekspor terasa rumit, kini ia memahami bahwa proses tersebut dapat dilakukan secara bertahap selama pelaku usaha memiliki pengetahuan dan strategi yang tepat.

"Mengikuti pelatihan ini sangat bermanfaat dan menambah wawasan saya tentang ekspor. Ternyata ekspor tidak sesulit yang saya bayangkan selama ini. Ekspor itu mudah jika kita tahu ilmunya dan strateginya," ungkapnya.

Ilmu yang diperoleh semakin memperkuat langkah Setia Pearl untuk memperluas pasar. Saat ini, produk perhiasan mutiara buatannya telah dinikmati pelanggan di Turki, Malaysia, Singapura, dan Nigeria melalui skema hand carry dengan pengiriman dalam jumlah terbatas.

Berbagai pencapaian yang telah diraih dan keberhasilannya membawa produk Setia Pearl berhasil ekspor menjadi motivasi bagi Setiawati untuk terus mengembangkan usahanya. Ke depan, ia berharap mutiara khas Lombok dapat semakin dikenal di pasar internasional sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Pada kesempatan berbeda, Corporate Secretary BRI Dhanny menyampaikan bahwa BRI melalui BRI Peduli sebagai payung Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) terus memberikan dukungan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar dapat mengembangkan usaha dan meningkatkan kapasitasnya untuk naik kelas melalui Program Pelatihan Ekspor. 

”Inisiatif ini dihadirkan untuk membantu pelaku UMKM memahami tahapan ekspor secara mandiri dan terarah, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi persaingan di pasar global,” ujar Dhanny.

Pelatihan tersebut juga memberikan pembekalan mengenai berbagai aspek yang diperlukan dalam pengembangan bisnis ekspor, mulai dari strategi ekspor, pemahaman regulasi perdagangan internasional, kelengkapan dokumen ekspor, pemetaan pasar global, hingga pengemasan dan penguatan merek produk agar memenuhi standar internasional.

"Perjalanan Setiawati bersama Setia Pearl menunjukkan bahwa dengan kemauan untuk terus belajar serta dukungan pengetahuan yang relevan, pelaku UMKM memiliki kesempatan yang semakin besar untuk mengembangkan usaha dan memperluas jangkauan pasar hingga ke tingkat internasional," pungkas Dhanny.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Bursa Asia Ambruk, Saham Teknologi Berguguran

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:30

Nasdaq Tertekan, Investor Wall Street Waspadai Inflasi AS

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:17

Bidik Pasar Modal, Dua BUMD DKI Konsultasikan Rencana IPO ke OJK

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:06

Delta Tunda Penerbangan ke Arab Saudi Usai Serangan Riyadh hingga 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:46

Logam Mulia Tertekan Dolar Jelang Rilis Inflasi Amerika Serikat

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:29

Pasar Eropa Hijau Didorong Saham Perbankan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:13

Drone Seeder Solusi Reklamasi Lahan Pascatambang, SOP Masih Digodok

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:56

Republik Konoha dan Krisis Ketiga

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:23

Olahan Sagu Inovasi TEP IPB University Ramaikan Festival Kali Maro IV Merauke

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:57

Ijazah bagi Kekuasaan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:27

Selengkapnya