Berita

Anggota Komisi X DPR Fraksi PAN Muhammad Hoerudin Amin. (Foto: Dok. Pribadi)

Politik

Muhammad Hoerudin Amin:

Beasiswa Jangan Dikategorikan sebagai Bansos

SELASA, 01 SEPTEMBER 2026 | 13:43 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Penggunaan data desil dalam penyaluran bantuan pemerintah dinilai tidak semestinya menjadi dasar untuk mengategorikan penerima beasiswa sebagai kelompok penerima bantuan sosial (bansos).

Anggota Komisi X DPR Fraksi PAN Muhammad Hoerudin Amin mengatakan, data desil memang diperlukan untuk mengklasifikasikan kondisi ekonomi masyarakat. Namun, penggunaannya untuk program pendidikan perlu dibedakan dari skema bansos.

“Yang berkenaan desil dengan kasusnya beasiswa, kita minta beasiswa itu tidak masuk dalam pengelompokan dana hibah,” kata Hoerudin kepada wartawan, Selasa 1 September 2026. 


Ia menyoroti kelompok desil 1 hingga 4 yang selama ini diprioritaskan untuk memperoleh bantuan sosial seperti bantuan langsung tunai (BLT). Menurutnya, anggaran pendidikan tidak semestinya diposisikan dalam kerangka yang sama.

“Yang desil 1 sampai 4 itu dikelompokkan untuk Kemensos, dapat BLT. Masa anggaran pendidikan harus masuk bansos?” kata Hoerudin.

Hoerudin mendorong agar anggaran pendidikan dan beasiswa dikeluarkan dari nomenklatur bantuan sosial mulai tahun depan. Sebab, pendidikan merupakan investasi negara untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Pendidikan itu kan investasi. Beasiswa itu bukan untuk orang miskin, tapi untuk seluruh warga negara yang harus mendapatkan pelayanan dari pemerintah agar dia bisa belajar,” kata Hoerudin.

Menurut Hoerudin, hak memperoleh pendidikan merupakan hak dasar setiap warga negara sebagaimana diatur dalam Pasal 31 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Karena itu, pemerintah berkewajiban menyelenggarakan pendidikan yang layak dan baik.

“Dari sisi skema pembangunan negara itu investasi karena itu memajukan dan mencerdaskan kehidupan bangsa kita. Dari sisi skema pelayanan, dia itu jaminan,” kata Hoerudin.

Di sisi lain, Hoerudin menilai akurasi data desil masih perlu diperkuat melalui konfirmasi dan validasi. Ia mengingatkan kesalahan input maupun pengolahan data dapat membuat masyarakat dikategorikan tidak sesuai kondisi sebenarnya.

“Kalau sekarang kita bertanya, ini masalah desil banyak yang salah, itu salah input data, salah olah data, ya salah kesimpulan,” kata Hoerudin.

Ia menegaskan, kualitas data penting karena menjadi dasar pemerintah dalam menyusun kebijakan, termasuk kebijakan pendidikan dan pemberian beasiswa.

“Data itu memandu kebijakan. Kalau data sebagai pemandu terus salah, kebijakannya tidak akan tepat,” pungkas Hoerudin.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

IPW Desak Transparansi Penegakan Hukum Kasus 1.048 Ton Udang Impor di Jatim

Minggu, 01 November 2026 | 01:50

Langkah Polisi Tangani Kasus Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo Diapresiasi Warga

Minggu, 01 November 2026 | 01:24

Polda Metro Siap Dikritik Buntut Penyelenggaraan Deklarasi Sumpah Pemuda 29 Oktober

Minggu, 01 November 2026 | 00:43

Ramai Logo Muncul di TIME100 Next Gala, Danantara Bantah Bayar Dana Sponsorship

Minggu, 01 November 2026 | 00:16

Pengurus Baru SAPMA PP DKI Jakarta Siap Berkolaborasi dengan Pemprov

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:47

Polisi Tangkap Pelaku Penembakan di Kampung Ambon, Ini Motifnya

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:17

Winda Marfita Pastikan Tak Terlibat Kasus Investasi PT MBS yang Dilaporkan Nur Istianti

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:57

Asrul Haruna Terpilih Sebagai Koorpresnas BEM PTMA Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:43

Rembuk Pemuda Himpun Aspirasi dari 29 Provinsi, Kukuhkan DPP Pertama

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:32

PPP Maluku Tolak Pemberhentian Agus Suparmanto-Taj Yasin

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:44

Selengkapnya