Berita

Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti. (Istimewa)

Bisnis

Ini Strategi Destry Usai Resmi Jadi Gubernur BI

SELASA, 01 SEPTEMBER 2026 | 13:13 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Menjaga stabilitas ekonomi menjadi prioritas Destry Damayanti setelah resmi menjabat Gubernur Bank Indonesia (BI). Langkah tersebut dinilai penting di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.

Hal itu disampaikan Destry usai rapat paripurna di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa 1 September 2026. Ia menegaskan, kebijakan yang sudah berjalan baik akan dilanjutkan dengan tetap menyesuaikan kondisi perekonomian.

“Karena kan kebijakan itu kan memang sangat tergantung dengan kondisi yang terjadi,” kata Destry.


Menurutnya, stabilitas tetap menjadi kunci agar perekonomian nasional berada dalam kondisi kondusif. Stabilitas nilai tukar dan inflasi juga menjadi bagian dari upaya menjaga ruang bagi pertumbuhan ekonomi.

“Kalau kita lihat global ketidakpastian masih tinggi. Jadi artinya stabilitas itu tetap menjadi prioritas kita,” kata Destry.

Sebagai langkah awal, Destry mengatakan, jajaran Dewan Gubernur BI akan duduk bersama untuk membagi bidang yang menjadi tanggung jawab masing-masing. Pembagian tersebut diperlukan agar aktivitas kerja dan tanggung jawab dapat langsung berjalan.

“Yang pasti kita kan harus duduk bersama dulu semua Anggota Dewan Gubernur (ADG) lengkap kita. Kita pembagian bidang dulu nih,” kata Destry.

Ia menambahkan, pembidangan tersebut tidak bersifat statis dan dapat disesuaikan kembali. Selain itu, BI akan memperkuat komunikasi dengan pemerintah, khususnya dalam menyelaraskan kebijakan moneter dengan kebijakan fiskal.

“Bagaimana fisikal politik kita ini bisa seirama bergeraknya,” kata Destry.

Sinergi juga akan diperkuat dalam menangani sumber inflasi yang berasal dari sisi pasokan. 

Menurut Destry, BI tidak dapat bekerja sendiri sehingga perlu melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan kementerian terkait.

Destry mencontohkan penanganan pasokan pangan melalui 46 kantor BI di daerah yang dapat bekerja sama dengan pemerintah daerah dan lembaga terkait untuk mengatasi kelangkaan komoditas.

“Jadi memang kita akan mengoptimalkan sinergi yang bisa kita lakukan. Tapi tentunya tanpa juga mengabaikan mandat dan keuangan dari masing-masing lembaga yang memakai sinergi,” pungkas Destry.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Gibran Mundur Saja

Selasa, 03 November 2026 | 04:20

Investasi Jakarta Tembus Rp249,3 Triliun

Selasa, 03 November 2026 | 04:08

MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo

Selasa, 03 November 2026 | 03:17

DJP Buka-bukaan soal Pajak Digital yang Disebut Hashim

Selasa, 03 November 2026 | 03:05

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Putusan MA soal Suket Gibran Jadi Momentum Akhiri Bayang-Bayang Jokowi

Selasa, 03 November 2026 | 02:13

Sikap Responsif Kapolri Pulihkan Kepercayaan Masyarakat

Selasa, 03 November 2026 | 02:05

RI Pamer Latihan Militer Gabungan Tiga Bidang di Forum Pertahanan ASEAN

Selasa, 03 November 2026 | 01:40

Anies Temui Seniman Iman Soleh di Bandung, Ini Kisahnya

Selasa, 03 November 2026 | 01:29

PAM Jaya Sumbang Dividen Rp257 Miliar

Selasa, 03 November 2026 | 01:07

Selengkapnya