Berita

Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat. (Foto: Istimewa)

Nusantara

Telan Anggaran Rp148 M

Ruang Bawah Tanah Bundaran HI Harus Jadi Penggerak Ekonomi

SELASA, 01 SEPTEMBER 2026 | 13:11 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Ruang bawah tanah di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, tengah dipersiapkan sebagai simpul baru transportasi sekaligus ruang yang mendorong aktivitas ekonomi di pusat Jakarta.

Proyek extended concourse seluas 4.439 meter persegi tersebut tidak hanya difungsikan sebagai jalur penyeberangan, tetapi juga akan mengintegrasikan pergerakan masyarakat dan aktivitas ekonomi di kawasan strategis tersebut.

Proyek senilai Rp148,2 miliar yang dikerjakan PT MRT Jakarta melalui anak usahanya, PT Integrasi Transit Jakarta (ITJ), tersebut ditargetkan rampung pada Juni 2027. Target penyelesaian bertepatan dengan momentum HUT ke-500 Jakarta. Hingga Agustus 2026, progres pembangunan telah mencapai 24 persen.


Direktur Utama PT. ITJ Ferdiansyah Roestam mengatakan proyek ini menjadi pengalaman perdana bagi perseroan dalam membangun ruang bawah tanah.

“Kalau berhasil, mudah-mudahan diikuti proyek serupa,” ujar Roestam, Senin, 1 September 2026.

Ruang extended concourse dirancang memiliki dua akses utama. Akses pertama akan terhubung dengan Plaza Indonesia dan Grand Hyatt Hotel. Sementara akses lainnya mengarah ke Wisma Nusantara dan Hotel Pullman.

Koneksi tersebut membuat ruang bawah tanah ini berpotensi menjadi jalur pergerakan baru antara pusat perbelanjaan, hotel, kawasan perkantoran, serta jaringan transportasi publik.

Ruang ini juga akan terhubung dengan halte TransJakarta Bundaran HI melalui lift. Pengguna TransJakarta dapat langsung mengakses extended concourse dan melanjutkan perjalanan menuju Stasiun MRT Jakarta.

“Pengguna transportasi publik bisa berpindah dengan lebih mudah,” jelas Roestam.

Untuk merealisasikan konektivitas tersebut, PT ITJ harus memperhitungkan secara detail kondisi bawah tanah kawasan Bundaran HI. Peta fondasi bangunan, jaringan kabel, dan berbagai utilitas bawah tanah menjadi bagian penting yang harus dipastikan aman selama konstruksi.

Ruang multifungsi tersebut dibangun sekitar 18 meter di bawah permukaan jalan. Setelah beroperasi, kawasan itu bisa menjadi ruang temu baru bagi masyarakat. Bagian penting dari pengembangan konsep Transit Oriented Development (TOD) Bundaran HI.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya