Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Bisnis

ASII Siapkan Rp858,39 Miliar untuk Tambah Kepemilikan Astra Otoparts

SELASA, 01 SEPTEMBER 2026 | 11:46 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

PT Astra International Tbk (ASII) menyiapkan dana hingga Rp858,39 miliar untuk menambah kepemilikannya di PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) melalui Penawaran Tender Sukarela.

Rencana tersebut diumumkan ASII pada Senin 31 Agustus 2026 melalui keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Dalam penawaran tersebut, ASII bermaksud membeli sebanyak-banyaknya 238.442.293 saham AUTO atau sekitar 4,947 persen dari modal ditempatkan dan disetor perusahaan.


ASII menawarkan harga Rp3.600 per saham. Jika seluruh saham yang menjadi objek penawaran berhasil diperoleh, nilai maksimal transaksi mencapai Rp858.392.254.800 atau sekitar Rp858,39 miliar.

Saat ini, ASII telah menjadi pemegang saham pengendali AUTO dengan kepemilikan 3.855.786.337 saham atau setara 80 persen dari modal ditempatkan dan disetor Astra Otoparts.

Dengan tambahan saham tersebut, kepemilikan ASII di AUTO berpotensi meningkat menjadi sebanyak-banyaknya 4.094.228.630 saham atau sekitar 84,947 persen.

ASII menyebut tujuan Penawaran Tender Sukarela tersebut adalah meningkatkan kepemilikan saham perseroan di Astra Otoparts.

Untuk mendukung aksi korporasi ini, ASII memastikan memiliki dana yang cukup untuk memenuhi seluruh pembayaran apabila seluruh saham yang ditawarkan berhasil dibeli. Dana tersebut bersumber dari kas internal perseroan.

Penawaran Tender Sukarela atas saham AUTO diumumkan ASII melalui surat kabar harian Investor Daily dan Bisnis Indonesia pada 31 Agustus 2026. Pelaksanaannya mengacu pada Peraturan OJK Nomor 54/POJK.04/2015 tentang Penawaran Tender Sukarela.

Bagi ASII, aksi tersebut tidak memberikan dampak material terhadap kelangsungan usaha perseroan. Hal itu disampaikan perseroan dalam laporan informasi atau fakta material yang disampaikan kepada OJK.

Dengan demikian, fokus aksi korporasi ASII kali ini bukan mengambil alih AUTO, melainkan memperbesar porsi kepemilikan di anak usaha yang selama ini telah dikendalikan perseroan, dari 80 persen menjadi maksimal 84,947 persen.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya