Berita

Gedung BEI (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

IHSG Dibuka Hijau, Investor Pantau Inflasi dan Konflik AS-Iran

SELASA, 01 SEPTEMBER 2026 | 09:35 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan September 2026 dengan penguatan. Investor masih mencermati berbagai sentimen yang berpotensi memengaruhi pasar saham Indonesia, baik dari dalam maupun luar negeri.

Pantauan RMOL pada Selasa, 1 September 2026, IHSG dibuka naik 30,13 poin atau 0,46 persen ke level 6.555,61. Pada awal perdagangan, IHSG bergerak dalam rentang 6.535,80 hingga 6.555,64.

Sebanyak 353 saham tercatat menguat, sementara 88 saham melemah dan 522 saham lainnya bergerak stagnan. Nilai transaksi pada awal perdagangan mencapai sekitar Rp398,9 miliar dari volume 648,9 juta saham dengan frekuensi 55.870 kali.


Penguatan ini melanjutkan tren positif IHSG setelah pada perdagangan Senin, indeks ditutup naik tipis 0,11 persen ke level 6.525,48. Sepanjang Agustus 2026, IHSG telah menguat 4,64 persen.

Pergerakan IHSG hari ini berpotensi dipengaruhi sejumlah data ekonomi domestik. Investor akan mencermati rilis inflasi Agustus, Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur, serta neraca perdagangan Indonesia untuk Juli 2026.

Dari sisi eksternal, perkembangan konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali menjadi perhatian. Ancaman serangan AS terhadap Iran meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan dan jalur perdagangan energi global, terutama Selat Hormuz.

Kenaikan harga minyak yang kembali mendekati 90 Dolar AS per barel juga menjadi perhatian pasar karena berpotensi meningkatkan tekanan inflasi global.

Di dalam negeri, data inflasi menjadi salah satu sentimen utama bagi IHSG. Konsensus 13 institusi memperkirakan inflasi Agustus mencapai 0,17 persen secara bulanan dan 3,11 persen secara tahunan, setelah Indonesia mencatat deflasi 0,14 persen pada Juli.

Selain data ekonomi, investor juga mencermati kebijakan pemerintah terkait Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam serta penerapan skema baru Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) oleh Bank Indonesia.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Bursa Asia Ambruk, Saham Teknologi Berguguran

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:30

Nasdaq Tertekan, Investor Wall Street Waspadai Inflasi AS

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:17

Bidik Pasar Modal, Dua BUMD DKI Konsultasikan Rencana IPO ke OJK

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:06

Delta Tunda Penerbangan ke Arab Saudi Usai Serangan Riyadh hingga 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:46

Logam Mulia Tertekan Dolar Jelang Rilis Inflasi Amerika Serikat

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:29

Pasar Eropa Hijau Didorong Saham Perbankan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:13

Drone Seeder Solusi Reklamasi Lahan Pascatambang, SOP Masih Digodok

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:56

Republik Konoha dan Krisis Ketiga

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:23

Olahan Sagu Inovasi TEP IPB University Ramaikan Festival Kali Maro IV Merauke

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:57

Ijazah bagi Kekuasaan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:27

Selengkapnya