Berita

Ilustrasi (Foto: Dok. BRI)

Bisnis

Mayoritas Kredit BRI Mengalir ke UMKM, Nilainya Tembus Rp1.235 Triliun

SENIN, 31 AGUSTUS 2026 | 13:46 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencatatkan penyaluran kredit kepada segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mencapai Rp1.235,4 triliun hingga akhir kuartal II-2026. Angka tersebut tumbuh 8,6 persen secara tahunan (yoy).

Direktur Utama BRI Hery Gunadi mengatakan porsi kredit UMKM mencapai 75,1 persen dari total portofolio kredit dan pembiayaan BRI Group.

Menurut Hery, pembiayaan UMKM yang dominan menunjukkan diversifikasi sumber pertumbuhan perseroan tidak mengubah fokus BRI sebagai bank yang tumbuh bersama ekonomi kerakyatan.


BRI saat ini terus memperkuat sejumlah segmen, mulai dari konsumer, small-medium-commercial, korporasi, hingga pengembangan new core untuk membangun struktur bisnis yang semakin terdiversifikasi. Namun, UMKM tetap menjadi fondasi utama bisnis perseroan.

“BRI tetap konsisten menjadikan UMKM sebagai core business. Kami percaya pertumbuhan BRI harus berjalan beriringan dengan pertumbuhan pelaku usaha dan aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, ekspansi bisnis yang kami lakukan akan tetap berpijak pada upaya memperluas akses pembiayaan dan memperkuat kapasitas UMKM Indonesia,” kata Hery dalam konferensi pers virtual, Senin, 31 Agustus 2026.

Hery mengungkapkan, dukungan terhadap UMKM tidak hanya dilakukan melalui penyaluran kredit, tetapi juga diperkuat dengan pendampingan dan pemberdayaan secara menyeluruh (end-to-end).

BRI juga terus mendorong akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sepanjang Januari hingga Juni 2026, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp 103,8 triliun kepada lebih dari 2 juta debitur. 

Secara kumulatif, sejak 2015 hingga Juni 2026, penyaluran KUR BRI telah mencapai Rp 1.539 triliun kepada 48,4 juta nasabah.

Di sisi lain, BRI juga melakukan pemberdayaan melalui program Desa BRILiaN. Hingga Juni 2026, BRI telah membina lebih dari 5.700 desa di seluruh Indonesia. Sementara program pemberdayaan berbasis komunitas Klasterku Hidupku telah menjangkau lebih dari 44 ribu klaster usaha.

Sementara itu, platform digital LinkUMKM juga tercatat telah dimanfaatkan sekitar 17,3 juta pelaku UMKM untuk meningkatkan kapasitas bisnis. Adapun fasilitas Rumah BUMN telah melibatkan sekitar 596 ribu pelaku UMKM hingga pertengahan 2026.

Menurut Hery, berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya BRI membangun ekosistem UMKM agar pelaku usaha tidak hanya memperoleh akses pembiayaan, tetapi juga memiliki kapasitas untuk mengembangkan skala bisnisnya.

Ia menekankan, posisi BRI sebagai enabler diarahkan untuk menyediakan solusi keuangan terpadu sehingga pelaku UMKM dapat meningkatkan taraf dan skala usahanya secara bertahap.

“Pada akhirnya, keberhasilan BRI tidak hanya kami ukur dari pertumbuhan aset, kredit, maupun laba. Yang juga penting adalah seberapa besar pertumbuhan tersebut mampu menciptakan nilai, membuka kesempatan bagi pelaku usaha untuk berkembang, dan menggerakkan ekonomi masyarakat,” pungkas Hery.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Bursa Asia Awali November di Zona Merah

Senin, 02 November 2026 | 08:21

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Senin, 02 November 2026 | 07:55

Jet Pribadi Jatuh dan Meledak Dekat Permukiman, Sembilan Orang Tewas

Senin, 02 November 2026 | 07:40

Dituding Manipulasi Suara, Ketua KPU India Didesak Mundur

Senin, 02 November 2026 | 07:20

OJK: Tak Ada Dua Sanksi untuk Satu Pelanggaran di Pasar Modal

Senin, 02 November 2026 | 07:06

Polda Metro Tak Cukup Minta Maaf soal “Mahasewa Bayaran”

Senin, 02 November 2026 | 06:40

Kelurahan Berperan Besar Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 02 November 2026 | 06:36

Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Senin, 02 November 2026 | 06:00

PPP NTB Protes Mardiono Asal Pecat Pengurus

Senin, 02 November 2026 | 05:39

Ketika Syarat Konstitusional Wapres Dipersoalkan

Senin, 02 November 2026 | 05:26

Selengkapnya