Berita

Penandatanganan kerja sama antara PT MII dan ITS Surabaya di Gedung Rektorat ITS, Surabaya pada Kamis, 27 Agustus 2026. (Foto: Dokumentasi MII)

Bisnis

MII dan ITS Teken Kerja Sama Perkuat SDM Logistik Nasional

SENIN, 31 AGUSTUS 2026 | 06:23 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

PT Mats Internasional Indonesia (MII), perusahaan jasa logistik, menandatangani kerja sama dengan Fakultas Vokasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya untuk pengembangan SDM logistik.

Kerja sama ini ditandatangani oleh Dekan Fakultas Vokasi, Prof. Dr. Wahyu Wibowo, S.Si., M.Si dengan CEO & Founder PT MII, Sriyono B. Soebianto di Gedung Rektorat ITS, Surabaya pada Kamis, 27 Agustus 2026.

Sriyono mengatakan kerja sama ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan wujud komitmen bersama untuk mendukung penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi yang mencakup pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya di bidang logistik dan rantai pasok.


"Kami menilai kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk saling memperkuat, baik dari sisi penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan dunia industri logistik. Tak hanya itu, kolaborasi ini juga memberi kesempatan magang dan praktik kerja bagi mahasiswa, hingga membuka peluang karier bagi lulusan terbaik program studi ini," kata Sriyono dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Minggu, 30 Agustus 2026.

Sementara itu, Wahyu mengatakan kerja sama ini merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan tinggi vokasional yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

"Kita di Fakultas Vokasi ingin mengembangkan ekosistem pendidikan tinggi vokasional yang bisa memastikan relevansi dari kurikulum pendidikan tinggi dengan keperluan dunia usaha dan dunia industri. Jika pendidikan yang kita kembangkan itu relevan, ada matching dengan dunia industri, alumni bisa terserap ke dunia kerja secepat mungkin," ucap Wahyu.

Ia menambahkan, dari PT MII pihaknya berharap ada dukungan dalam pengembangan kurikulum, penyediaan tempat magang dan penyediaan topik-topik riset bagi dosen yang ingin mengembangkan keilmuan di bidang logistik.

Melalui kerja sama tersebut, MII dan Fakultas Vokasi ITS akan mengembangkan berbagai program yang selaras dengan kebutuhan industri logistik dan relevan dengan perkembangan teknologi.

Ruang lingkup kerja sama mencakup evaluasi kurikulum bersama, program magang dan proyek industri bagi mahasiswa dengan durasi minimal satu semester, pelibatan praktisi MII sebagai dosen tamu dan mentor, penyelenggaraan pelatihan serta sertifikasi kompetensi, penelitian terapan bersama, hingga penyediaan akses informasi dan kesempatan rekrutmen bagi lulusan.

Kolaborasi MII dan ITS ini menjadi salah satu contoh nyata sinergi antara korporasi dan perguruan tinggi vokasi dalam mencetak talenta unggul di bidang logistik. Langkah ini juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, khususnya dalam memperkuat sumber daya manusia dan kualitas pendidikan nasional.

"Penandatanganan hari ini bukanlah akhir, melainkan awal dari langkah nyata menuju masa depan yang lebih baik. Kami berharap kerja sama ini segera diwujudkan melalui kesempatan magang bagi mahasiswa, keterlibatan praktisi dalam pembelajaran, serta penelitian dan inovasi yang relevan dan dapat diterapkan di dunia industri," ujar Sriyono.

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang jasa logistik, MII menyatakan disrupsi digital juga telah dan akan terus memengaruhi cara kerja sektor logistik dan rantai pasok di masa depan. Perubahan itu dinilai tidak bisa dihindari sehingga dibutuhkan kesiapan SDM untuk beradaptasi dengan teknologi baru, mulai dari analitika data hingga pemanfaatan kecerdasan buatan dalam manajemen rantai pasok.

Melalui kemitraan tersebut, MII dan ITS berkomitmen mempersiapkan generasi muda agar siap menghadapi era logistik digital yang semakin dinamis, sekaligus berkontribusi pada penguatan daya saing sektor logistik dan perdagangan internasional Indonesia.

PT. MII merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa logistik dan rantai pasok, dengan pengalaman sejak 1990. MII menyediakan berbagai layanan logistik yang mencakup freight forwarding, ekspor-impor, customs clearance, project cargo, domestic distribution & warehousing, customs & tax engineering, serta supply chain optimization.

Dalam menjalankan layanan tersebut, MII terus mengembangkan solusi logistik yang mengintegrasikan pengalaman operasional, pemanfaatan teknologi, dan pengembangan sumber daya manusia untuk mendukung kebutuhan pelanggan di berbagai sektor industri.


Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Memutus Urat Nadi Korupsi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:54

Festival Layanan AHU Berdampak 2026 Hadirkan Edukasi ke Masyarakat, Ini Lengkapnya

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:24

Gus Yusuf Legawa Sikapi Dinamika Muktamar ke-35 NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:49

Mendesak Para Kiai Sepuh Turun Tangan Meredam Suhu Panas Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:33

Jalan Sehat jadi Cara Hanura Kalsel Konsolidasikan Pemilu 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:15

Profil 9 Ulama AHWA Muktamar NU: Sosok Kharismatik Penentu Rais Aam PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:45

TikTok dan Tokped Digugat Class Action Rp1,2 Triliun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:11

Ini 9 Ulama AHWA Terpilih Muktamar ke-35 NU, Suara Mbah Yai Da Paling Tinggi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:46

Dikawal DPR, Tagihan Rp158 Miliar PT Pos Akhirnya Dibayar Kemensos

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:04

Kiai Rembang Cium 'Hidden Agenda' Penjegalan Caketum PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:56

Selengkapnya