Berita

Gedung Merah Putih KPK (RMOL/Jamaludin Akmal)

Hukum

KPK Dalami Pengadaan Asam Formiat dalam Kasus Korupsi Pengolahan Karet

JUMAT, 28 AGUSTUS 2026 | 12:36 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami pelaksanaan pengadaan asam formiat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan sarana fasilitas pengolahan karet di Kementerian Pertanian (Kementan) tahun anggaran 2021-2023.

Pendalaman dilakukan penyidik saat memeriksa Yudi Wahyudin selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (PPHP) Kementan tahun anggaran 2021-2023.

Yudi yang telah ditetapkan sebagai tersangka diperiksa sebagai saksi di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis 27 Agustus 2026.


"Dalam pemeriksaan tersebut, penyidik melakukan pendalaman materi terkait pelaksanaan kegiatan pengadaan asam formiat pada saat yang bersangkutan menjadi PPK," kata Jurubicara KPK Budi Prasetyo kepada wartawan, Jumat 28 Agustus 2026.

Selain penyidik, pemeriksaan terhadap Yudi juga dilakukan tim auditor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk keperluan penghitungan kerugian keuangan negara dalam perkara tersebut.

KPK telah menetapkan Yudi Wahyudin sebagai tersangka sejak 13 November 2024.

Dalam perkara yang sama, KPK juga mencegah delapan orang bepergian ke luar negeri sejak 19 November 2024. Mereka yakni DS selaku pihak swasta, YW selaku PNS, RIS selaku pihak swasta, SUP selaku PNS, DJ selaku pensiunan, ANA selaku PNS, serta AJH dan MT selaku PNS.

Kasus ini berkaitan dengan pengadaan asam semut atau asam formiat yang digunakan dalam proses pengentalan karet. Kementan membeli produk tersebut untuk kemudian disalurkan kepada petani karet.

Dalam proses pengadaan tersebut diduga terjadi penggelembungan harga atau markup yang mengakibatkan kerugian keuangan negara sekitar Rp75 miliar.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Bursa Asia Awali November di Zona Merah

Senin, 02 November 2026 | 08:21

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Senin, 02 November 2026 | 07:55

Jet Pribadi Jatuh dan Meledak Dekat Permukiman, Sembilan Orang Tewas

Senin, 02 November 2026 | 07:40

Dituding Manipulasi Suara, Ketua KPU India Didesak Mundur

Senin, 02 November 2026 | 07:20

OJK: Tak Ada Dua Sanksi untuk Satu Pelanggaran di Pasar Modal

Senin, 02 November 2026 | 07:06

Polda Metro Tak Cukup Minta Maaf soal “Mahasewa Bayaran”

Senin, 02 November 2026 | 06:40

Kelurahan Berperan Besar Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 02 November 2026 | 06:36

Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Senin, 02 November 2026 | 06:00

PPP NTB Protes Mardiono Asal Pecat Pengurus

Senin, 02 November 2026 | 05:39

Ketika Syarat Konstitusional Wapres Dipersoalkan

Senin, 02 November 2026 | 05:26

Selengkapnya