Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)

Politik

Prabowo Sengaja Tak Langsung Datang ke Lokasi Gempa NTT, Ini Alasannya

RABU, 26 AGUSTUS 2026 | 14:18 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto mengungkap alasan dirinya sengaja tidak langsung datang ke lokasi gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah bencana mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026.

Prabowo mengatakan, keputusan tersebut diambil untuk memberikan kesempatan kepada seluruh instansi terkait, terutama pemerintah daerah, agar dapat fokus memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat terdampak tanpa terganggu agenda kunjungan pejabat pusat.

"Kadang-kadang kalau terlalu banyak pejabat pusat datang, terpecah konsentrasi. Jadi pejabat daerah harus menjemput dan sebagainya, itu kadang-kadang ada kecenderungan akhirnya bisa menjadi mengalihkan fokus pertama," kata Prabowo saat memimpin rapat koordinasi penanganan bencana di Batalyon Teritorial Pembangunan Kabupaten Nagekeo, Rabu, 26 Agustus 2026.


Meski tidak langsung hadir di lokasi, Prabowo menegaskan pemerintah pusat terus memantau perkembangan penanganan gempa sekaligus mengerahkan bantuan yang dibutuhkan masyarakat.

"Tapi kita terus memonitor dan kita yang paling penting dari pusat adalah mengerahkan pelayanan dan bantuan. Itu yang paling penting ya," tegasnya.

Menurut Prabowo, kehadiran Presiden di tengah bencana harus memberikan dampak nyata terhadap penanganan. 

Dia tidak ingin kunjungan hanya berujung pada kegiatan melihat kondisi bencana tanpa diikuti kemampuan pemerintah mengatasi persoalan maupun mengirimkan bantuan.

"Kalau kita datang habis itu hanya lihat bencana tapi tidak bisa mengatasi, tidak bisa kirim bantuan, ya itu akhirnya kurang efektif. Jadi setelah saya dapat laporan saudara-saudara, saya memantau, kita sudah berbuat maksimal, tentunya kita ingin berbuat lebih ya," ujar Prabowo.

Dalam rapat tersebut, Kepala BNPB Suharyanto melaporkan perkembangan penanganan gempa Flores yang telah memasuki hari ke-12. Aktivitas gempa tercatat mencapai 7.259 kali sejak 15 Agustus 2026 dan berdampak pada tujuh kabupaten di Flores. 

BNPB juga mencatat 105 korban meninggal dunia, dengan Manggarai dan Manggarai Timur menjadi wilayah yang mengalami dampak paling parah.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya