Berita

Menteri Keuangan AS Scott Bessent sebut sanksi ekonomi terhadap Iran mulai membuahkan hasil (Unggahan akun X @SecScottBessent)

Dunia

Sanksi AS Mulai Mencekik Iran, Trump Ancam Putus Semua Jalur Ekonomi

RABU, 26 AGUSTUS 2026 | 07:14 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Tekanan ekonomi yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran dikabarkan mulai menunjukkan dampaknya. 

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan, para pemimpin Iran kini mulai mengakui bahwa tekanan tersebut telah memberikan hasil.

“Kepemimpinan Iran mengakui apa yang sekarang dapat dilihat dunia: tekanan itu membuahkan hasil,” tulis Bessent dalam unggahannya di X, dikutip Rabu, 26 Agustus 2026.


Bessent mengutip pernyataan Presiden Iran Masoud Pezeshkian bahwa “perang ini pasti akan berakhir suatu saat nanti”. Ia juga menyoroti pernyataan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf yang mengakui bahwa Iran membutuhkan pertumbuhan ekonomi, produksi dalam negeri, dan perputaran keuangan yang memadai untuk bertahan.

Menurut Bessent, pemerintahan Presiden Donald Trump akan terus menekan sumber-sumber ekonomi yang menopang Iran.

“Di bawah pemerintahan Presiden Trump, Departemen Keuangan akan terus memutus setiap jalur bantuan ekonomi yang menopang rezim ini sampai Teheran berdiri sendiri,” tegasnya.

Washington kini memperluas kampanye untuk memutus jalur perdagangan Iran yang masih tersisa. AS juga memperingatkan negara-negara ketiga yang masih berbisnis dengan Teheran bahwa kerja sama dengan Iran dapat membuat mereka kehilangan akses ke pasar dan sistem keuangan AS.

Gelombang pertama sanksi menyasar hampir 60 entitas, individu, dan kapal yang terkait dengan perdagangan minyak, transportasi, pengadaan militer, jaringan keuangan, hingga operasi siber. AS juga memperluas sektor yang dapat menjadi sasaran sanksi, termasuk aset digital, teknologi, emas, penerbangan, dan pelayaran.

Ketika ditanya apakah kebijakan tersebut juga dapat menyasar China, yang merupakan salah satu pembeli utama minyak Iran, Bessent memberikan peringatan tegas.

“Tidak ada seorang pun yang kebal dari jangkauan sanksi AS,” kata Bessent.

Ia menegaskan, negara-negara di dunia kini harus menentukan sikap di tengah tekanan Washington terhadap Teheran.

“Sekarang saatnya bagi para pemimpin dunia untuk membuat keputusan antara Amerika dan Iran,” ujarnya.


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

APKLI Perjuangan Ajak Publik Siap Hadapi Bonus Demografi 2030

Rabu, 26 Agustus 2026 | 00:26

Fahira Idris Apresiasi RUU Perampasan Aset Bakal Disahkan Desember

Rabu, 26 Agustus 2026 | 00:10

Pernyataan Budi Arie Tak Harus Menjadi Polemik

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:54

BPOM Gratiskan Izin Edar UMK Pangan Olahan

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:30

PP KMHDI Tuntut Presiden Evaluasi Kemenhut, Kemendikdasmen, dan Bakom

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:15

Menavigasi Turbulent Ocean, Menjinakkan Rivalitas Great Powers, dan Mematahkan Clash of Civilizations di Era Presiden SBY

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:00

Ketum Gibranku: Relawan Solid Kawal Prabowo-Gibran hingga 2029

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:59

Dua Tahun Warga Tegal Alur Pakai Jembatan Bambu, Dinas SDA Kena Semprot

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:42

Menguji Relevansi Teladan Rasulullah di Tengah Krisis Etika Global

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:40

Berbincang dengan Habib Rizieq

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:20

Selengkapnya