Berita

Anggota Komisi X DPR Bonnie Triyana. (Foto: Dok. Pribadi)

Politik

Warga Berpotensi Tak Dapat Bansos Gegara Salah Desil

BPS Didesak Melakukan Evaluasi
RABU, 26 AGUSTUS 2026 | 06:27 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Polemik desil muncul gara-gara banyak warga kurang mampu salah terdeteksi masuk ke kelompok desil tinggi (seperti desil 9 atau 10), sehingga mendadak terancam tidak bisa menerima bantuan sosial (bansos) atau subsidi.

Anggota Komisi X DPR Bonnie Triyana mengatakan, persoalan penentuan desil masyarakat dinilai belum sepenuhnya sesuai dengan kondisi faktual. 

Menurut politisi PDIP ini, ketidakakuratan dalam pengelompokan desil, dikhawatirkan bisa berdampak langsung terhadap penyaluran berbagai program bantuan sosial pemerintah.


“Ketidaktepatan penentuan desil akan berpotensi pada ketidaktepatan sasaran bansos. Dampaknya serius karena bisa membuat sebagian masyarakat kehilangan haknya untuk menerima bantuan sosial,” kata Bonnie dalam keterangan resmi yang diterima Rabu 26 Agustus 2026.

Desil sendiri secara sederhana merupakan metode statistik untuk membagi data populasi atau masyarakat jadi 10 kelompok berdasarkan tingkat kesejahteraan.

Bonnie menganggap persoalan data tidak bisa dianggap sekadar sebagai masalah administratif, sebab penentuan desil menjadi salah satu dasar untuk menentukan kelompok masyarakat yang berhak memperoleh sejumlah program bantuan.

Untuk itu, Bonnie menilai Badan Pusat Statistik (BPS) perlu melakukan evaluasi terhadap proses pendataan dan penentuan desil masyarakat.

“Jangan sampai persoalan data justru membuat masyarakat yang seharusnya berhak menerima bantuan menjadi tidak terakomodasi,” kata Bonnie.

Untuk perbaikan data, Bonnie menekankan pentingnya kecukupan anggaran dalam menjangkau masyarakat yang memenuhi kriteria sebagai penerima manfaat. 

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya