Berita

Kebakaran melanda kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur. (Foto: Istimewa)

Pertahanan

Karhutla Taman Nasional Way Kambas Tembus 802,4 Hektare

Polisi Dalami Penyebabnya
RABU, 26 AGUSTUS 2026 | 03:20 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Data luasan kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur yang terdampak kebakaran lahan dan hutan (karhutla) sejak 21 Agustus 2026, mencapai 802,4 hektare

“Di kejadian pertama tanggal 21 sampai 22 Agustus kemarin itu 673 hektare yang terdampak di Desa Braja Harjosari,” kata Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi didampingi Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Kapolda Lampung Irjen Helfi Assegaf, serta unsur Pemkab Lampung Timur di Posko Karhutla TNWK, Selasa 25 Agustus 2026

Pada kejadian 23-24 Agustus, sekitar 123 hektare terdampak di wilayah Braja Kencana dan Braja Luhur. Sementara pada 24 Agustus, kebakaran juga terjadi di wilayah Rantau Jaya.


“Di tanggal 24-nya juga terjadi di daerah Rantau Jaya. Rantau Jaya itu terdampak sekitar 6,4 hektar,” kata Kristomei, dikutip dari RMOLLampung, Rabu 26 Agustus 2026.

Kristomei menjelaskan, sebagian besar wilayah terdampak merupakan vegetasi alang-alang atau savana yang dalam kondisi kering sangat mudah terbakar. 

Sehingga, meski api telah dipadamkan lewat bantuan Tim Alfa TNI dan operasi water bombing, potensi kemunculan kembali api tetap ada apabila bara yang tersisa tidak segera didinginkan.

Terkait dugaan awal penyebab kebakaran, Kristomei menyebut kondisi kering ekstrem menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai.

“Dugaan sementara kan memang karena keringnya ekstrem, terjadi gesekan antar ranting, antar semak-semak itu,” ujar Kristomei.

Kondisi vegetasi yang sangat kering membuat api lebih mudah berkembang. Namun, dugaan tersebut masih bersifat sementara dan kemungkinan penyebab lain tetap didalami melalui penyelidikan kepolisian.

Kapolda Lampung Irjen Helfi Assegaf mengatakan, kemungkinan adanya unsur kesengajaan juga menjadi bagian dari proses penyelidikan.

“Penyelidikan antisipasi laporan kebakaran, lahan, untuk tumbuh tanaman baru,” ujar Helfi.

Ia mengatakan, aspek tersebut perlu didalami sekaligus dibarengi edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran.

“Tanaman baru inilah yang akan menarik perhatian hewan-hewan yang mengkonsumsi ini,” lanjutnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Denny Indrayana Optimistis MK Diskualifikasi Gibran

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:05

Harga Minyak Dunia Membara, Rupiah Kembali Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:03

Prabowo Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:55

Nonton Film ‘Istimewa’ Bareng Penyandang Disabilitas, Legislator PKS Dorong Kesetaraan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:49

Masuknya RG Jadi Wantimpres Pelajaran untuk Tak Terlalu Anti Kekuasaan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:43

Ribuan Prajurit Dikerahkan Dalam HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:34

SBY dan Jokowi Kompak Hadir di Upacara HUT Ke-81 TNI

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:33

IHSG Positif di Awal Perdagangan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:32

Profil Komandan Upacara HUT Ke-81 TNI Letjen TNI Lucky Avianto

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:18

KPK Telusuri Dugaan Setoran dari Wajib Pajak Sektor Pertambangan di Banjarmasin

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:17

Selengkapnya