Berita

Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi. (Foto: RMOL)

Politik

Ongen: Budi Arie Mimpi di Siang Bolong

SELASA, 25 AGUSTUS 2026 | 15:17 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Pernyataan Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi mengenai kemungkinan terjadinya perubahan politik lebih cepat dari Pemilu 2029 panen kritik. 

Aktivis 98 Yulian Paonganan alias Ongen menilai pernyataan tersebut tidak memiliki dasar yang jelas dan justru berpotensi menimbulkan spekulasi politik di tengah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Ongen, yang dikenal sebagai salah satu pengkritik keras era pemerintahan Joko Widodo, meminta Budi Arie tidak membangun narasi seolah-olah pemerintahan Prabowo tidak akan bertahan sampai 2029.


Menurut Ongen, pernyataan mengenai kemungkinan kekuasaan Prabowo berakhir sebelum masa jabatannya selesai harus memiliki dasar konstitusional dan fakta politik yang kuat, bukan sekadar berdasarkan “insting” ataupun spekulasi.

“Budi Arie jangan mimpi di siang bolong. Jangan karena kecewa atau dendam setelah kena reshuffle kemudian mengeluarkan statement yang tidak punya dasar bahwa kekuasaan Presiden Prabowo tidak sampai 2029,” kata Ongen kepada wartawan, Selasa 25 Agustus 2026.

Pernyataan Ongen tersebut muncul setelah Budi Arie dalam sebuah video yang beredar berbicara mengenai kemungkinan terjadinya perubahan politik sebelum 2029.

Budi Arie bahkan menyebut dirinya telah menyampaikan kepada Jokowi bahwa insting politiknya melihat sesuatu yang “lebih cepat dari 2029”.

Namun, pernyataan tersebut menjadi sorotan karena sebelumnya Budi Arie juga menegaskan bahwa Projo tetap mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran sampai 2029.

Ongen pun menegaskan bahwa Presiden Prabowo memperoleh mandat melalui Pemilu 2024 dan masa pemerintahan hasil pemilu tersebut secara konstitusional berlangsung hingga 2029.

Karena itu, menurut dia, pernyataan tentang kemungkinan berakhirnya pemerintahan sebelum 2029 tidak boleh diperlakukan sebagai sekadar permainan wacana.

“Kalau ada kritik kepada Prabowo, silakan. Kalau ada evaluasi terhadap pemerintah, silakan. Tetapi jangan membuat seolah-olah pemerintahan Prabowo akan jatuh atau berakhir sebelum 2029 tanpa menjelaskan dasar dan mekanismenya,” demikian Ongen.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Dino Patti Djalal Endus Tim Siluman Mulai Bergerak

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:51

Trump Ancam Serang Iran Besok

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:50

Wajah Indonesia di WCCE 2026, Mulai Film Jumbo hingga Komedi Pandji

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:34

Survei: 64 Persen Publik Tidak Puas dengan Program MBG

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:21

Dino Patti Djalal Buka Suara soal Kabar Ketemu Dubes Singapura dan Saiful Mujani

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:46

Istiqomah Bela Palestina, Syahrul Aidi Dukung MUI Tolak Konser Andrea Bocelli

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:28

Zurich Topas Life Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:06

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Anak-anak Korban Karhutla Diminta Tetap Semangat Belajar

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:37

Kedubes Singapura Tegaskan Kabar Pertemuan Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal Hoaks

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:19

Selengkapnya