Berita

Juru Bicara Partai Gerindra Sugiat Santoso (Foto: istimewa)

Politik

Gerindra Balas Nyinyiran Budi Arie Secara Elegan

SELASA, 25 AGUSTUS 2026 | 14:41 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Partai Gerindra menegaskan masih fokus mengawal dan menyukseskan seluruh program Presiden Prabowo Subianto untuk masyarakat. Karena itu, pembahasan mengenai kesiapan menghadapi Pemilu 2029 belum menjadi agenda internal partai.

Juru Bicara Partai Gerindra Sugiat Santoso mengatakan hal tersebut sebagai respons terhadap pernyataan Ketua Umum relawan Pro Jokowi (Projo) Budi Arie Setiadi mengenai kemungkinan percepatan pesta demokrasi sebelum 2029.

"Kami fokus menyukseskan program Pak Prabowo, tidak ada pembahasan untuk 2029, masih jauh untuk dibahas," kata Sugiat kepada wartawan, Selasa, 25 Agustus 2026.


Menurut Sugiat, bagi Gerindra, mengawal dan mengamankan program-program Presiden Prabowo jauh lebih penting daripada membahas Pemilu 2029. Terlebih, pelaksanaan pemilu tersebut masih cukup jauh.

"Yang kami fokuskan saat ini adalah mengamankan dan mengawal program-program Pak Prabowo yang bermanfaat bagi masyarakat Indonesia," tegasnya.

Di sisi lain, Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI itu mempersilakan publik menanyakan langsung kepada Budi Arie mengenai maksud pernyataannya terkait kemungkinan percepatan Pemilu 2029.

Sugiat menilai hanya Budi Arie yang mengetahui maksud dan tujuan dari pernyataan tersebut.

"Jadi terkait pernyataannya, hanya Budi Arie yang tahu sendiri maksudnya apa, silakan ditanya ke yang bersangkutan, kita tidak terpengaruh dengan itu," katanya.

Sugiat menegaskan Gerindra akan tetap fokus mengawal pemerintahan Prabowo serta memastikan program-program yang telah dicanangkan berjalan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sebelumnya, pernyataan Budi Arie mengenai kemungkinan momentum politik dan pemilu berlangsung lebih cepat sebelum 2029 viral di media sosial.

Pernyataan tersebut, yang juga menyinggung kesiapan pendukung mantan Presiden Joko Widodo menghadapi skenario pergantian Presiden Prabowo sebelum 2029, kemudian memicu berbagai spekulasi politik.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya