Berita

Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto. (Foto: YouTube BNPB Indonesia)

Nusantara

BNPB Pastikan Intensitas Gempa di Flores Mulai Menurun

SENIN, 24 AGUSTUS 2026 | 18:19 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) masih terjadi hingga hari ini. Namun, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan, intensitasnya mulai menurun mulai hari ini hingga ke depannya.

Hal tersebut disampaikan Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto dalam jumpa pers virtual dari lokasi bencana, yang disiarkan kanal YouTube BNPB Indonesia, Senin, 24 Agustus 2026. 

"Dua hari terakhir menurut penjelasan BMKG, ini kondisinya sudah mulai menurun ya, dalam satu jam 24 jam terakhir ada satu kali gempa yang dirasakan masyarakat," ujar Suharyanto.


Ia memaparkan, jika kejadian gempa bumi di Flores diakumulasi hingga hari ini telah mencapai enam ribu lebih kejadian.

"Gempa Flores yang terjadi sampai hari ini ada 6.409 kali gempa. Kemudian gempa yang susulan yang terbesar ada 6,2 magnitudo ya, kemudian yang terkecil 1,1," urainya. 

Sementara, Suharyanto menyebut kejadian gempa bumi dengan kekuatan yang sama dengan hari pertama, yaitu magnitudo 7,7, atau lebih besar dari 5 magnitudo, tercatat ada 33 kali kejadian.

"Dan gempa susulan, ya tentu saja yang 33 kali itu, pasti dirasakan masyarakat. Tetapi dari 6.409 kali gempa itu ada 139 kali yang dirasakan oleh masyarakat," ungkapnya.

Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa ribuan kejadian gempa bumi di Flores membuat trauma masyarakat, sehingga berdampak pada persoalan pengungsian.

"Ini mengakibatkan sampai hari kedelapan terjadinya gempa Flores ini, masyarakat masih banyak yang takut, sehingga tetap mengungsi di luar rumah, meskipun rumah-rumahnya tidak terdampak atau rusak ringan," tegasnya.

"Memang kondisi ini akan berlangsung terus sampai tiga atau empat minggu ke depan di mana menurut penjelasan BMKG kondisinya akan lebih stabil," demikian Suharyanto menambahkan.


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

TNI Siap Turunkan Penerjun Khusus Padamkan Api Karhutla

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:50

KDKMP Upaya Merebut Kedaulatan Rakyat Atas Pasar

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:34

Pemerintah Kembali Kirim Bantuan ke NTT dan Kalimantan, dari Logistik hingga 500 Mesin Pompa Air

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:30

Sri Purwanti Bangun Bisnis Kuliner Halal Citarasa Nusantara di Taiwan

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:26

Rupiah Melemah, Sanksi Baru AS ke Iran jadi Biang Kerok

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:13

Prabowo Dorong Uji Coba Ubi Bombing untuk Atasi Karhutla

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:43

El Nino Sangat Kuat, Jangan Bakar Lahan untuk Land Clearing

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:42

Rumor 62,2 Persen Saham BYAN Warning bagi Pasar Modal

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:40

Pencemaran Berulang, DPR Desak Sumber Limbah Pencemar Kali Bekasi Diusut

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:40

Bioskop Jaksinema Hadir di Pasar Rumput, Tiket Cuma Rp15 Ribu

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:28

Selengkapnya