Berita

Ilustrasi. (Foto: Generate AI)

Bisnis

Rupiah Melemah, Sanksi Baru AS ke Iran jadi Biang Kerok

SENIN, 24 AGUSTUS 2026 | 17:13 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Nilai tukar (kurs) Rupiah ditutup melemah pada perdagangan Senin, 24 Agustus 2026.

Mengutip data Bloomberg, Rupiah melemah 27 poin atau 0,15 persen ke level Rp17.721 per Dolar AS.

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan Rupiah turut dipengaruhi sentimen eksternal, khususnya meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.


“Indeks Dolar menguat setelah AS akan mengumumkan rangkaian sanksi paling keras yang pernah ada terhadap Iran, Menteri Keuangan Scott Bessent, dalam sebuah artikel opini menyebut bahwa 'D-Day ekonomi' akan segera tiba bagi Iran,” kata Ibrahim dalam risetnya.

Bessent diperkirakan memaparkan sanksi baru tersebut dalam konferensi pers pada Senin pukul 14.00 waktu setempat atau 18.00 GMT.

Rencana tersebut mendapat kecaman dari Iran. Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran Mohsen Rezaee memperingatkan tidak akan ada minyak yang diekspor melalui Selat Hormuz maupun wilayah Teluk Persia jika perang ekonomi terus berlanjut.

Selain faktor eksternal, pelemahan Rupiah juga terjadi akibat defisit transaksi berjalan yang terus melebar.

"Pasar merespon negatif setelah defisit transaksi berjalan Indonesia melebar signifikan pada triwulan II 2026 menjadi 12,5 miliar Dolar AS atau 3,3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB)," ujar Ibrahim.

Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan defisit transaksi berjalan pada triwulan I 2026 yang tercatat sebesar 3,6 miliar Dolar AS atau 1 persen terhadap PDB.

“Pelebaran defisit transaksi berjalan tersebut dipengaruhi sejumlah faktor yang diperkirakan bersifat temporer. Salah satunya adalah kenaikan impor minyak sejalan dengan tingginya harga minyak dunia,” jelasnya.

Meski demikian, Ibrahim menilai kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) secara keseluruhan masih terjaga. Pada triwulan II 2026, NPI mencatat defisit 900 juta Dolar AS jauh lebih rendah dibandingkan defisit 9,1 miliar Dolar AS pada triwulan I 2026.

Namun, Ibrahim memperingatkan tekanan terhadap transaksi berjalan masih berpotensi berlanjut apabila harga minyak mentah tetap tinggi dan volume impor minyak masih kuat.

"Selain itu, pelemahan ekspor akibat perlambatan pertumbuhan ekonomi global serta meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah antara AS, Israel dan Iran, serta konflik Rusia-Ukraina di Eropa Timur, juga menjadi perhatian pasar," pungkasnya.

Ia memprediksi Rupiah akan bergerak fluktuatif namun ditutup melemah direntang  Rp17.720-17.770 per Dolar AS.


Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

DPR Minta Pemerintah Perkuat Insfrastruktur Kesehatan

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:28

Obligasi Global Perdana Danantara Laris

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:13

Legislator PDIP Ini Janji Perjuangkan Alsintan

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:57

Pengurangan Angka Pelanggaran Jadi Indikator Keberhasilan Operasi Patuh Jaya 2026

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:44

KNMP Potensi Menjawab Kebutuhan Nelayan Kecil

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:30

Sinopsis dan Kisah Kelam Clayface, Musuh Ikonik Batman

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:19

Pemakzulan Gibran Harus Lewat Jalur Konstitusi, Bukan cuma Tekanan Politik

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:15

Jelang Pemilu, Oposisi Israel Klaim Netanyahu Tak Layak Pimpin Negara

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:58

Pemerintah Siapkan Skema Baru Pengadaan Energi, Negara Bakal Deal Langsung dengan Pemasok

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:57

KPU Perlu Fokus Benahi Pemilu 2029

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:53

Selengkapnya