Berita

Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (Foto: Istimewa)

Politik

El Nino Sangat Kuat, Jangan Bakar Lahan untuk Land Clearing

SENIN, 24 AGUSTUS 2026 | 16:42 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Masyarakat diingatkan agar tidak membuka lahan dengan cara membakar di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meningkat akibat kondisi cuaca ekstrem. 

Menurut Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni, Indonesia saat ini menghadapi El Nino yang sangat kuat sehingga pembakaran lahan berisiko memicu kebakaran meluas.

“Saya kira kami pemerintah pusat maupun pemerintah daerah sangat menghargai apa yang disebut sebagai kearifan lokal. Tidak ada niat sama sekali kita mengabaikan ya, atau tidak peduli dengan kearifan lokal. Namun mohon sekali ya, bahwa kondisinya sedang tidak baik-baik saja. Ini bukan musim kering biasa, ini El Nino sangat kuat,” kata Menhut usai meninjau penanganan karhutla di Kalimantan Barat, Senin, 24 Agustus 2026.


Raja Antoni meminta masyarakat menunda pembakaran lahan untuk membuka kebun dalam kondisi saat ini. Menurutnya, kondisi El Nino yang sangat kuat membuat api sekecil apa pun berisiko memicu karhutla.

“Oleh karena itu, minta pengertiannya kepada masyarakat ya, untuk tidak membakar lahan terlebih dahulu untuk melakukan land clearing untuk kebun-kebun ya,” ujarnya.

Dia mengingatkan bahaya tersebut tidak hanya berasal dari pembakaran lahan. Puntung rokok hingga obat nyamuk juga dapat menjadi sumber api yang berbahaya dalam kondisi kering saat ini. 

“Tapi fakta di lapangan ya, fakta di lapangan menunjukkan bahwa api sekecil apa pun, bahkan puntung rokok, apa namanya, obat nyamuk ya, apalagi api unggun dan lain sebagainya itu sangat berbahaya pada masa sekarang ini,” katanya.

Para pejabat dan politisi di Pontianak, Kalimantan Barat, maupun daerah lainnya diminta tidak mempolitisasi persoalan land clearing secara berlebihan. Dia mengatakan pemerintah dan masyarakat memiliki tujuan yang sama, yakni mencegah karhutla menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat.

“Karena tujuan kita sebenarnya sama, kita ingin karhutla ini tidak mengakibatkan dampak negatif kepada masyarakat kita,” katanya.

Dia menegaskan kebijakan pemerintah terkait pengendalian karhutla tetap memperhatikan kearifan lokal. 

“Sekali lagi bukan kita tidak peduli dengan kearifan lokal, kita sangat peduli kearifan lokal,” ujarnya.

Raja Antoni kembali mengajak masyarakat untuk tidak melakukan land clearing dengan pembakaran selama kondisi cuaca masih berisiko tinggi. 

“Oleh karena itu sekali lagi, hentikan politisasi, dan ayo ajak masyarakat kita untuk tidak melakukan land clearing ya pada masa sulit ini,” tegasnya.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Jenderal Agus Subiyanto Tinjau Gladi Bersih Upacara HUT Ke-81 TNI

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 18:11

Rayakan Milad ke-81, GPI Gelar Sidang Dewan Organisasi di Bogor

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:22

Jalan Panjang Brigjen Ami Prindani Hingga Jadi Kadensus 88 Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Kurikulum Berbasis Cinta Dorong Pesantren Tanamkan Kesadaran Ekologi

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

PKPA Peradi Profesional Raih Rekor MURI Peserta Terbanyak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:52

Trump Pangkas Dana Iklim Global, Program Konservasi Orangutan RI Ikut Kena Imbas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:22

Ekspor Lesu - Stok Melonjak: Harga Minyak Sawit Mentah Catat Penurunan Mingguan Kedua

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:57

PP GPI Apresiasi Gebrakan Reformasi Suyudi di Tubuh Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:45

DOJ Tutup Kasus Powell, Proyek Renovasi Fed Masih Berujung Audit

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:31

Selengkapnya