Berita

Pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di IKN sejak Jumat, 21 Agustus 2026. (Foto: Dokumentasi OIKN)

Nusantara

IKN Diguyur Hujan Setelah 4 Hari Dilakukan OMC

SENIN, 24 AGUSTUS 2026 | 16:25 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Sejumlah wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) akhirnya diguyur hujan, setelah dilakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) selama 4 hari, dalam misi antisipasi dampak El Nino, musim kering, kekeringan, dan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), TNI Angkatan Udara (TNI AU), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan sejumlah instansi melaksanakan OMC sejak Jumat, 21 Agustus 2026.

Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Manajemen dan Strategi Konstruksi, Danis Hidayat Sumadilaga menjelaskan, OMC yang dilakukan utamanya untuk menjaga ketersediaan air permukaan di wilayah IKN dan sekitarnya.


“Saat ini kita mengalami musim kering, dampak dari terjadinya El Nino. Bukan hanya di Kaltim, tetapi di seluruh Indonesia, bahkan di seluruh dunia," ujar Danis dalam keterangannya, Senin, 24 Agustus 2026.

Dia mengatakan, OMC sudah dan sedang berlangsung selama 4 hari hingga awal pekan ini.

"Per pukul 10.00 WITA hari ini, telah dilaksanakan lima sortie penerbangan menggunakan pesawat Casa 212 A-2105 dari Markas Operasi Lanud Dhomber, Balikpapan, dengan membawa sekitar 800 kilogram bahan semai berupa natrium klorida (NaCl) pada setiap sortie," paparnya.

Langkah tersebut, kata Danis, akan terus dilakukan mengingat musim kemarau dan cuaca ekstrem yang terjadi saat ini berdampak pada kebutuhan air masyarakat di IKN.

"Dampak El Nino itu di antaranya kekeringan. Salah satu hal yang perlu kita antisipasi adalah ketersediaan air. Makanya kita mencoba melakukan modifikasi cuaca untuk menambah volume air permukaan yang ada di wilayah IKN dan sekitarnya,” urainya.

Kepala Stasiun Meteorologi SAMS Sepinggan/BMKG, Djoko Sumardiono, turut menjelaskan bahwa pelaksanaan OMC sangat bergantung pada pertumbuhan awan potensial. Karena itu, pemantauan awan, arah dan kecepatan angin, serta waktu penyemaian menjadi dasar utama operasi.

“Terkait cuaca terkini, di Kalimantan Timur sudah hampir dua pekan ini tidak turun hujan. Untuk operasi modifikasi cuaca kali ini, perkembangan awan untuk hari ini ada di perbatasan utara Kalimantan Timur itu sangat bagus dilakukan operasi ini. Secara historis tingkat keberhasilan (OMC) ini di angka 30 persen karena ini musim kemarau yang langka awan,” jelas Djoko.

Berdasarkan perkembangan pelaksanaan OMC hingga hari ini pukul 10.00 WITA, hujan mulai terpantau di sejumlah wilayah. Data Pos Curah Hujan Long Lebusan, wilayah Hulu WS Mahakam, mencatat hujan di Kabupaten Mahakam Ulu pada Sabtu, 22 Agustus 2026 pukul 02.00–02.30 WITA dengan curah hujan sekitar 20 milimeter. Selain itu, terdapat informasi hujan juga terjadi di daerah sekitar Kutai Kartanegara.

Di kawasan IKN, muka air pada intake Sungai Sepaku yang menjadi salah satu sumber air baku untuk kebutuhan IKN turut mengalami kenaikan. Elevasi air yang sebelumnya berada di +2,04 meter meningkat menjadi +2,05 meter atau naik sekitar 1 sentimeter pada pukul 08.20 WITA, dan diharapkan dapat terus bertambah.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kalimantan Timur, Buyung Dodi Gunawan, menyampaikan bahwa potensi kebakaran hutan dan lahan masih perlu diwaspadai, sehingga pencegahan dan edukasi kepada masyarakat tetap dilakukan.

“Di Agustus ini totalnya sudah 273 titik kejadian kebakaran lahan. Luas lahannya sekitar 752 hektare berdasarkan data yang masuk di kami. Penanganan tetap dilakukan, termasuk upaya preventif dan edukasi kepada masyarakat, melalui surat edaran dari Kementerian Lingkungan Hidup agar tidak melakukan pembakaran lahan,” tambah Buyung.


Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Jenderal Agus Subiyanto Tinjau Gladi Bersih Upacara HUT Ke-81 TNI

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 18:11

Rayakan Milad ke-81, GPI Gelar Sidang Dewan Organisasi di Bogor

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:22

Jalan Panjang Brigjen Ami Prindani Hingga Jadi Kadensus 88 Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Kurikulum Berbasis Cinta Dorong Pesantren Tanamkan Kesadaran Ekologi

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

PKPA Peradi Profesional Raih Rekor MURI Peserta Terbanyak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:52

Trump Pangkas Dana Iklim Global, Program Konservasi Orangutan RI Ikut Kena Imbas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:22

Ekspor Lesu - Stok Melonjak: Harga Minyak Sawit Mentah Catat Penurunan Mingguan Kedua

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:57

PP GPI Apresiasi Gebrakan Reformasi Suyudi di Tubuh Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:45

DOJ Tutup Kasus Powell, Proyek Renovasi Fed Masih Berujung Audit

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:31

Selengkapnya