Berita

Agung, Perwakilan nelayan Kabupaten Pati yang tergabung dalam Forum Komunikasi Rakyat Pati dalam audiensi dengan DPR RI, Senin, 24 Agustus 2026. (TVR Parlemen)

Bisnis

Nelayan Pati Keluhkan Investor Takut Masuk Gara-gara Pemberitaan

SENIN, 24 AGUSTUS 2026 | 14:02 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Pemberitaan mengenai kondisi Kabupaten Pati disebut membuat investor ragu menanamkan modal di daerah tersebut. Dampaknya diklaim mulai dirasakan masyarakat, khususnya nelayan.

Keluhan itu disampaikan perwakilan nelayan Kabupaten Pati, Agung, dalam audiensi masyarakat Pati dengan DPR RI, Senin, 24 Agustus 2026. 

"Dengan adanya keresahan yang hanya segelintir orang, kita nelayan Kabupaten Pati sangat terasa dampaknya. Dari investor-investor yang akan masuk, semuanya ketakutan akan Kabupaten Pati," ujar Agung.


Karena itu, Agung meminta pemerintah dan DPR turun langsung ke Pati untuk melihat kondisi masyarakat secara nyata.

"Mohon dari Bapak semuanya perwakilan kita, minta turun ke lapangan, turun ke Pati, lihat ini Pati. Keadaan Pati yang sebetulnya, cinta damai, ramah, ingin kita kondusif semuanya," katanya.

Keluhan mengenai pemberitaan juga disampaikan Ketua Organisasi Squad Nusantara DPC Pati, Donny. Ia menyoroti maraknya informasi di media sosial yang menurutnya dapat membentuk citra negatif terhadap Pati tanpa sumber yang jelas.

"Di Pati gara-gara media sosial yang semua orang bawa HP menjadi wartawan dadakan. Nah hak jawabnya ini yang kita enggak bisa cari tahu, sehingga dia bisa memberi Pati seolah-olah Pati ini jelek," ujar Donny.

Ia meminta adanya penguatan tata kelola informasi digital, termasuk melibatkan Dewan Pers, agar pemberitaan mengenai Pati dapat dipertanggungjawabkan.

Menanggapi keluhan tersebut, Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati mengatakan masyarakat Pati merasa dirugikan oleh pemberitaan yang membentuk konotasi negatif terhadap daerah tersebut.

"Masyarakat Pati merasa dirugikan karena dengan adanya pemberitaan-pemberitaan tersebut maka investor menjadi mempunyai keraguan untuk bisa menanamkan modal di daerah Pati yang tujuannya adalah untuk kesejahteraan masyarakat Pati," ujar Sari.

Menurut Sari, aspirasi masyarakat Pati juga mencakup pengembangan daerah sebagai kawasan ekonomi strategis, termasuk industri agro dan pangan, maritim dan perikanan, serta industri dan logistik Pantura.

Pengembangan tersebut diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pati.


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

Jaga Energi dan Cairan, Tantangan 14.000 Pelari Maybank Marathon 2026

Senin, 24 Agustus 2026 | 08:25

Bawa Hasil Riset UGM ke Bursa, SWAP Bidik Dana Segar Rp45 Miliar Lewat IPO\

Senin, 24 Agustus 2026 | 08:14

BEI Agendakan RUPSLB, Catat Syarat Kehadirannya

Senin, 24 Agustus 2026 | 08:00

Iran Anggap Negara Pendukung Perang Ekonomi AS sebagai Musuh

Senin, 24 Agustus 2026 | 07:21

ASBI Laporkan Dugaan Penggelapan ke BEI-OJK, Enam Pihak Jadi Terlapor

Senin, 24 Agustus 2026 | 07:03

Hasil Penelitian Ungkap Air Galon Guna Ulang Tak Berisiko Kanker

Senin, 24 Agustus 2026 | 07:02

Pemuda Katolik NTT Berangkatkan Puluhan Relawan ke Flores

Senin, 24 Agustus 2026 | 06:42

PAN Launching Lapor PAN dan PANsar Murah

Senin, 24 Agustus 2026 | 06:27

Pertina Bawa Polemik Legalitas ke PTUN dan PN Jakpus

Senin, 24 Agustus 2026 | 06:14

TNI AL Berhasil Operasi Patah Tulang Korban Gempa NTT di KRI

Senin, 24 Agustus 2026 | 06:02

Selengkapnya