Berita

Direktur Geopolitik GREAT Institute, Dr. Teguh Santosa. (Foto: RMOL)

Politik

Prabowo Terima Menlu dan Menhan Tiongkok, GREAT Institute: Indonesia Stabilizing Power

SENIN, 24 AGUSTUS 2026 | 11:34 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Langkah Presiden RI Prabowo Subianto menerima kunjungan kehormatan delegasi tingkat tinggi dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di kediamannya, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat malam, 21 Agustus 2026 mendapat sorotan positif.

Pertemuan yang dihadiri Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi dan Menteri Pertahanan Tiongkok Dong Jun tersebut dinilai menegaskan posisi Indonesia sebagai kekuatan penyeimbang (stabilizing power) di panggung geopolitik global.

Direktur Geopolitik GREAT Institute, Dr. Teguh Santosa menilai, dialog intensif antara Presiden Prabowo dengan dua pejabat kunci Beijing tersebut menjadi wadah krusial untuk menyelaraskan agenda pembangunan ekonomi nasional dengan diplomasi pertahanan yang saling menguntungkan.


"Pertemuan ini merupakan manifestasi nyata dari doktrin politik bebas dan aktif yang adaptif dengan perkembangan zaman. Indonesia tidak membatasi diri untuk berdialog dan berkolaborasi dengan kekuatan besar mana pun, selama kerja sama tersebut berpijak pada asas saling menghormati dan membawa kemaslahatan nyata bagi kepentingan nasional," ujar Teguh, Senin, 24 Agustus 2026.

Dosen Hubungan Internasional UIN Jakarta ini menambahkan, diplomasi yang dijalankan pemerintah saat ini mencerminkan pendekatan pragmatic non-alignment (ketidakberpihakan yang pragmatis). Artinya, Indonesia tidak sekadar pasif atau menjaga jarak yang setara, melainkan aktif menjalin kerja sama fleksibel berbasis kebutuhan strategis tanpa terikat pakta militer.

"Indonesia tidak terjebak dalam dikotomi persaingan hegemoni antara Washington dan Beijing. Kita memilih bermitra secara substantif dan rasional; bekerja sama erat dengan Tiongkok di sektor investasi, industri, dan dialog keamanan, sembari tetap menjaga kemitraan strategis dengan negara-negara Barat dan mitra kawasan lainnya," beber Teguh.

Kehadiran Menhan Tiongkok Dong Jun dalam pertemuan tersebut juga dinilai memiliki bobot strategis tersendiri untuk membangun rasa saling percaya (confidence-building measures) di kawasan, khususnya dalam mencegah potensi eskalasi di titik rawan seperti Laut Natuna Utara.

Dari sisi geoekonomi, pertemuan ini mempertegas posisi tawar Indonesia dalam menarik investasi berkualitas untuk mendukung hilirisasi industri dan transformasi energi tanpa mengorbankan independensi politik luar negeri.

"Kepemimpinan diplomasi Indonesia yang mengedepankan ketidakberpihakan aktif ini sekaligus memperkuat sentralitas ASEAN. Sebagai negara terbesar di Asia Tenggara, keberhasilan Jakarta menjaga jembatan komunikasi yang konstruktif dengan kekuatan besar menjadi jangkar penting agar kawasan tidak dijadikan arena konflik proksi," pungkas Teguh.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Darwis Ismail Terpilih jadi Nakhoda Baru ISKINDO Periode 2026-2031

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:46

Polda Metro Bongkar Penyelundupan 54 Ton Batu Galena dari Gorontalo

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:27

Usul LBP Makin Terasa Janggal, Reformasi Hukum Jangan Kehilangan Arah

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:59

Manifesto Welfare State Pesisir

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:30

Gerakan 1 Juta Liter Air Bersih BEM PTNU Teruskan Semangat Resolusi Jihad

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:05

Sidang Praperadilan Kasus Relawan Prabowo Ditunda, Hakim Tegur Kelalaian Pemanggilan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:51

Langkah Cepat Polda Jatim Cegah Potensi Kericuhan Aksi Mahasiswa Tuai Apresiasi

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:26

PT TIMAH Buka Opsi Buyback Saham Sikapi Dinamika Pasar Modal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:49

GMNI Puji Ketegasan Kapolri Bongkar Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:21

PKS Dukung Pemerintah Lakukan Reformasi Bursa Saham Menyeluruh

Jumat, 23 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya