Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)

Politik

Tiba di Riau, Prabowo Langsung Pimpin Rapat Penanganan Karhutla

SENIN, 24 AGUSTUS 2026 | 11:54 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto langsung memimpin rapat koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) setibanya di Pekanbaru, Riau, Senin, 24 Agustus 2026.

Pesawat kepresidenan mendarat di Lanud Roesmin Nurjadin sekitar pukul 10.45 WIB. 

Turun dari pesawat kepresidenan, Prabowo disambut Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, dan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Maruli Simanjuntak. 


Presiden kemudian menaiki kendaraan Maung MV buatan PT Pindad menuju Posko Aju untuk mendengarkan langsung laporan kondisi karhutla di Riau.

Rapat dibuka Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya selaku moderator dan dihadiri sejumlah pejabat terkait, mulai dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI, Kapolri, Kepala BIN, hingga unsur pemerintah daerah, BMKG, Basarnas, dan BPBD. 

"Telah hadir beberapa menteri, Panglima TNI, Kapolri, Kepala BIN, serta dari pimpinan daerah, Gubernur, PLT Gubernur, Pangdam, Kapolda, kemudian masing-masing pejabat dari BMKG, Basarnas, BPBD, dan perangkat lainnya," kata Teddy dalam siaran langsung YouTube Sekretariat Presiden. 

Kepala Pelaksana BPBD dan Pemadam Kebakaran Provinsi Riau M. Edy Afrizal kemudian memaparkan situasi terkini. 

Dikatakan bahwa  karhutla di Riau pada 2026 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya akibat fenomena El Nino yang sangat kuat. 

Per 23 Agustus 2026, terdapat 306 hotspot yang terdeteksi di Riau. Dari jumlah tersebut, tujuh titik api tersebar di empat kabupaten, yakni satu titik di Pelalawan, dua titik di Indragiri Hilir, dua titik di Indragiri Hulu, dan dua titik di Kampar. 

Seskab Teddy sebelumnya menyebut kunjungan Prabowo ke Riau dilakukan untuk memastikan penanganan karhutla berjalan cepat, terpadu, dan tuntas. 

"Bapak Presiden ingin memastikan penanganan berjalan sampai tuntas, tidak hanya menerima laporan, tetapi melihat dan mendengar langsung sendiri kondisi di lapangan, memastikan titik api benar-benar padam, dan seluruh keputusan yang telah diambil dilaksanakan dengan cepat, terpadu, dan tepat," ujar Teddy.

Perhatian Prabowo tidak hanya diarahkan pada pemadaman titik api, tetapi juga pada penguatan sistem pencegahan. Koordinasi antara pemerintah daerah, khususnya gubernur, pangdam, dan kapolda, dinilai harus berjalan padu agar kebakaran tidak kembali terjadi. 

Pemerintah didorong membangun sistem pencegahan yang kuat dan permanen sehingga penanganan karhutla tidak selalu bersifat reaktif setiap musim kemarau.

“Sistem pencegahannya harus diperkuat. Mulai dari sumur bor dan embung atau sumber air, pengawasan permanen, deteksi dini hotspot, hingga kesiapan desa-desa rawan Karhutla. Pencegahan harus dilakukan jauh sebelum api muncul,” kata Seskab.

Populer

UPDATE

Selengkapnya