Berita

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BNPB Berton Pandjaitan. (Foto: YouTube BNPB)

Nusantara

Analisis BNPB: NTT akan Terus Diguncang Gempa 4 Minggu ke Depan

MINGGU, 23 AGUSTUS 2026 | 19:35 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Rangkaian gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Sejak diguncang gempa magnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026, hingga Minggu sore ini gempa susulan tercatat telah terjadi sebanyak 5.688 kali.

Plt Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Berton Pandjaitan mengungkap, kekuatan gempa susulan berada pada skala magnitudo variatif, dari terkecil 1,1 hingga yang terbesar mencapai 6,2.

"Gempa susulan sampai hari ini mencapai 5.688 kali. Bahkan untuk hari ini saja, ada 130 kali gempa yang dirasakan warga. Rangkaian gempa susulan ini menunjukkan pola temporal yang belum sederhana," kata Berton saat memberikan keterangan pers secara daring, Minggu, 23 Agustus 2026.


Berton memperkirakan, guncangan di wilayah NTT masih akan terus terjadi hingga beberapa pekan ke depan.

"Gempa susulan diperkirakan masih akan berlangsung sekitar 3 sampai 4 minggu sejak gempa utama," jelasnya.

Melihat kondisi tersebut, BNPB mewanti-wanti masyarakat untuk tidak lengah dan tetap mengedepankan kewaspadaan, namun tidak mudah termakan informasi simpang siur.

"Masyarakat diimbau tetap tenang dan jangan terpengaruh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," imbau Berton.

Guna memastikan penanganan pascabencana berjalan optimal, BNPB meminta seluruh elemen yang terlibat untuk memperkuat sinergi di lapangan.

"Seluruh pihak terkait harus menjaga koordinasi dengan baik demi memenuhi kebutuhan warga terdampak. Untuk para personel dan relawan di lapangan, tetap jaga kesehatan dan prioritaskan keselamatan," pintanya.

Hingga hari kesembilan pascagempa, dampak kerusakan dan jatuhnya korban jiwa tergolong masif. Data BNPB mencatat sebanyak 91 orang meninggal dunia, 1.286 warga mengalami luka-luka, dan 161.084 jiwa terpaksa mengungsi di berbagai titik penampungan darurat.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Darwis Ismail Terpilih jadi Nakhoda Baru ISKINDO Periode 2026-2031

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:46

Polda Metro Bongkar Penyelundupan 54 Ton Batu Galena dari Gorontalo

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:27

Usul LBP Makin Terasa Janggal, Reformasi Hukum Jangan Kehilangan Arah

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:59

Manifesto Welfare State Pesisir

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:30

Gerakan 1 Juta Liter Air Bersih BEM PTNU Teruskan Semangat Resolusi Jihad

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:05

Sidang Praperadilan Kasus Relawan Prabowo Ditunda, Hakim Tegur Kelalaian Pemanggilan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:51

Langkah Cepat Polda Jatim Cegah Potensi Kericuhan Aksi Mahasiswa Tuai Apresiasi

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:26

PT TIMAH Buka Opsi Buyback Saham Sikapi Dinamika Pasar Modal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:49

GMNI Puji Ketegasan Kapolri Bongkar Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:21

PKS Dukung Pemerintah Lakukan Reformasi Bursa Saham Menyeluruh

Jumat, 23 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya