Berita

Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim, di Menara Kembar Petronas, Kuala Lumpur (Foto: BPMI Setpres)

Global

Investasi Felda Terancam Rugi Rp10,9 Triliun, PM Malaysia Minta Bantuan Prabowo

MINGGU, 23 AGUSTUS 2026 | 10:02 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim meminta bantuan Presiden RI Prabowo Subianto untuk menyelesaikan persoalan investasi Federal Land Development Authority (Felda) di Indonesia.

Anwar mengatakan dirinya telah mengirim surat resmi kepada Prabowo untuk meminta perhatian khusus terhadap investasi Felda, terutama terkait persoalan PT Eagle High Plantations Tbk (EHP) yang saat ini masih berproses di pengadilan Indonesia.

Jika tidak segera ditangani, Felda berpotensi kehilangan hingga 2,5 miliar ringgit atau Rp10,9 triliun, sementara nilai yang diperkirakan dapat dipulihkan hanya sekitar 200 juta ringgit atau Rp876 miliar.


"Saya telah menulis surat kepada Presiden Prabowo Subianto meminta beliau untuk menindaklanjuti masalah ini. Jika tidak ditangani, kita berpotensi kehilangan 2,5 miliar ringgit dan hanya dapat memulihkan 200 juta ringgit," kata Anwar dalam sebuah pernyataan, dikutip dari The Star, Minggu, 23 Agustus 2026.

Anwar mengatakan persoalan tersebut menjadi salah satu contoh buruknya pengelolaan investasi Felda pada masa lalu. 

Dia mengungkapkan besarnya angka kerugian itu agar seluruh jajaran manajemen memahami skala persoalan yang harus diselesaikan sekaligus beratnya proses pemulihan yang tengah dilakukan.

"Saya ingin para manajer memahami betapa sulitnya pemulihan ini. Ini bukan masalah yang disebabkan oleh para manajer," ujarnya.

Felda melalui anak usahanya, FIC Properties Sdn Bhd, membeli saham PT Eagle High Plantations Tbk pada Desember 2016 senilai 504,5 juta dolar AS atau sekitar Rp8,9 triliun.

Nilai transaksi tersebut kala itu menuai kritik karena dinilai jauh lebih tinggi dibandingkan nilai pasar dan harga saham perusahaan.

Investasi Felda di Eagle High kemudian berkembang menjadi persoalan berkepanjangan dan kini turut berkaitan dengan proses hukum yang berlangsung di Indonesia.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya