Berita

Prof, Dr. Abdul Haris Fatgehipon. (Foto: Istimewa)

Politik

Pemerintah Harus Tegas Jamin Keamanan Warga di Papua

MINGGU, 23 AGUSTUS 2026 | 06:44 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Guru Besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Prof Dr Abdul Haris Fatgehipon mengutuk keras aksi kekerasan pembunuhan 2 warga sipil dan penculikan 9 orang anak-anak dan ibu-ibu yang dilakukan kelompok separatis bersenjata di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Ia meminta pemerintah memperkuat jaminan keamanan bagi masyarakat sipil.

Abdul Haris menilai kekerasan terhadap masyarakat sipil merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan. Menurutnya, warga tidak boleh terus hidup dalam bayang-bayang ancaman kelompok bersenjata.

"Perlu adanya ketegasan sikap pemerintah untuk memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat sipil," kata Abdul Haris dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Sabtu malam, 22 Agustus 2026.


Dia menegaskan negara memiliki kewajiban konstitusional untuk melindungi seluruh warga negara. Karena itu, pemerintah tidak boleh membiarkan masyarakat sipil menjadi korban akibat konflik bersenjata yang terus berlangsung di sejumlah wilayah Papua.

"Kewajiban negara melindungi seluruh tumpah darah Indonesia," jelasnya.

Abdul Haris juga mendorong peningkatan operasi keamanan yang melibatkan TNI dan Polri. Menurut dia, penguatan operasi diperlukan untuk memastikan kelompok bersenjata tidak semakin leluasa mengancam keselamatan masyarakat.

"Operasi keamanan yang melibatkan Polri dan TNI harus ditingkatkan," ujarnya.

Namun, dia menekankan operasi keamanan harus dilakukan secara profesional, terukur, dan tetap mengedepankan perlindungan terhadap masyarakat sipil. 

"Kehadiran aparat, harus memberikan rasa aman sekaligus memastikan aktivitas masyarakat dapat berjalan normal,”  jelasnya lagi. 

Menurut Abdul Haris, negara harus menunjukkan ketegasan dalam menghadapi gerakan separatis bersenjata yang menggunakan kekerasan. Jangan sampai lemahnya respons negara justru membuat kelompok bersenjata semakin berani melakukan tindakan yang merugikan masyarakat.

"Jangan sampai negara gagal melawan gerakan separatis bersenjata," tegas dia.

Dia menilai persoalan Papua tidak cukup diselesaikan hanya melalui pendekatan keamanan. 

"Penguatan keamanan harus berjalan beriringan dengan pembangunan, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan masyarakat," tegasnya lagi. 

Abdul Haris berharap pemerintah segera memastikan kondisi keamanan di Jila dan wilayah Papua lainnya tetap terkendali. 

"Perlindungan terhadap masyarakat sipil, menurutnya, harus menjadi prioritas utama agar warga dapat hidup aman dan pembangunan di Papua terus berjalan," pungkasnya.


Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya