Berita

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menerima kunjungan Menteri Luar Negeri China Wang Yi pada Sabtu, 22 Agustus 2026. (Foto: Dokumentasi DEN)

Politik

Menlu China Mesra dengan Luhut, Sejumlah Tawaran Kerja Sama Mengalir

MINGGU, 23 AGUSTUS 2026 | 00:54 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menerima kunjungan Menteri Luar Negeri China Wang Yi dalam pertemuan bilateral di Jakarta, Sabtu, 22 Agustus 2026.

Pertemuan tersebut membahas penguatan kemitraan strategis Indonesia-China, mulai dari infrastruktur, energi, pengentasan kemiskinan, hingga pengembangan teknologi masa depan.

Luhut mengatakan fondasi hubungan kedua negara dibangun melalui rasa saling percaya yang terus diperkuat lewat dialog dan pertemuan berkelanjutan.


"Hubungan kemitraan antara kedua negara ini ibarat jalinan persahabatan. Semakin sering bertemu dan berdialog, semakin kuat rasa saling percaya di antara keduanya. Itulah yang membuat ruang kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok selalu semakin luas dari waktu ke waktu," ujar Luhut dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta.

Menurutnya, kerja sama kedua negara harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan berhenti pada kesepakatan atau pembangunan proyek berskala besar.

"Kerja sama Indonesia-Tiongkok tidak boleh berhenti sebatas proyek megah semata. Hasilnya harus konkret: membuka lapangan kerja, mentransfer teknologi, dan menaikkan taraf hidup masyarakat kita," tegasnya.

Luhut menjelaskan, DEN bersama National Development and Reform Commission (NDRC) China tengah merumuskan peta jalan strategis jangka panjang untuk memperluas kerja sama kedua negara.

Agenda tersebut mencakup keberlanjutan infrastruktur seperti kereta cepat, pengembangan energi hijau di Kalimantan Utara, hingga pembelajaran dari pengalaman China dalam pengentasan kemiskinan dan revitalisasi pedesaan.

"Kami berencana menyusun peta jalan sejumlah agenda strategis: mulai dari keberlanjutan infrastruktur seperti kereta cepat, pengembangan energi hijau di Kalimantan Utara, hingga pembelajaran dari pengalaman Tiongkok dalam pengentasan kemiskinan dan revitalisasi pedesaan agar pertumbuhan ekonomi benar-benar dirasakan hingga tingkat akar rumput," jelas Luhut.

Selain infrastruktur dan energi, kedua negara juga membuka peluang kerja sama di bidang teknologi, termasuk artificial intelligence (AI) dan transformasi digital pemerintahan atau GovTech.

"Selain agenda infrastruktur dan energi, peluang besar juga terbuka di sektor AI dan transformasi digital (GovTech), tentunya dengan tetap menjaga kedaulatan data dan keamanan siber nasional. Begitu pula pengembangan TSTH2 untuk riset biodiversitas dan teknologi kesehatan," tambahnya.

Luhut menilai kolaborasi Indonesia-China dapat menjadi contoh sinergi negara-negara Global South dengan menggabungkan keunggulan masing-masing.

"Tiongkok memiliki kapital, teknologi, dan kapasitas industri. Indonesia memiliki sumber daya, biodiversitas, populasi muda, serta pasar yang besar. Jika kekuatan ini digabungkan atas dasar kepercayaan, kerja sama dua kekuatan Global South ini akan membawa kemakmuran bagi kedua bangsa, sekaligus memberikan manfaat bagi dunia," bebernya.

Menutup pertemuan, Luhut mengutip pepatah China yang menggambarkan eratnya hubungan kedua negara.

"Ada pepatah Tiongkok yang sangat saya sukai: 'Zhi he zhe, bu yi shanhai wei yuan', yang artinya bagi mereka yang sehati dan sejalan, jarak sejauh gunung dan lautan bukanlah halangan," ungkap Luhut.

"Indonesia dan Tiongkok telah menempuh perjalanan panjang bersama. Saya percaya, kesamaan visi dan cita-cita kedua negara akan terus membuka kolaborasi yang semakin luas di masa depan," pungkasnya.


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Darwis Ismail Terpilih jadi Nakhoda Baru ISKINDO Periode 2026-2031

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:46

Polda Metro Bongkar Penyelundupan 54 Ton Batu Galena dari Gorontalo

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:27

Usul LBP Makin Terasa Janggal, Reformasi Hukum Jangan Kehilangan Arah

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:59

Manifesto Welfare State Pesisir

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:30

Gerakan 1 Juta Liter Air Bersih BEM PTNU Teruskan Semangat Resolusi Jihad

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:05

Sidang Praperadilan Kasus Relawan Prabowo Ditunda, Hakim Tegur Kelalaian Pemanggilan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:51

Langkah Cepat Polda Jatim Cegah Potensi Kericuhan Aksi Mahasiswa Tuai Apresiasi

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:26

PT TIMAH Buka Opsi Buyback Saham Sikapi Dinamika Pasar Modal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:49

GMNI Puji Ketegasan Kapolri Bongkar Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:21

PKS Dukung Pemerintah Lakukan Reformasi Bursa Saham Menyeluruh

Jumat, 23 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya