Berita

Anggota Komisi XII DPR RI, Shanty Alda Nathalia. (Foto: Istimewa)

Politik

DPR Tekankan Penguatan Pengendalian Lingkungan untuk Hentikan Karhutla

LAPORAN: JAYADI SUPRIYADIN*
SABTU, 22 AGUSTUS 2026 | 22:58 WIB

Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak boleh hanya berfokus pada pemadaman, tetapi mencakup pemantauan kualitas lingkungan serta langkah pemulihan setelah kebakaran.

Anggota Komisi XII DPR RI, Shanty Alda Nathalia, menegaskan bahwa situasi kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan perlu menjadi perhatian serius.

"Bukan hanya dari sisi pemadaman tetapi juga dampak lingkungannya," ujar  Shanty dalam keterangan tertulis, Sabtu 22 Agustus 2026.


Menurutnya, upaya pengendalian karhutla perlu diperkuat melalui koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan instansi terkait. 

"Pemantauan wilayah rawan kebakaran serta ketersediaan informasi lingkungan juga dinilai penting untuk memperkuat langkah pencegahan," ujar dia.

Penanganan karhutla di Kalimantan, katanya, diharapkan tidak berhenti pada upaya pemadaman, tetapi dilanjutkan dengan pengendalian dampak, evaluasi kerusakan, dan pemulihan lingkungan secara berkelanjutan.

"Kebakaran yang berlangsung di tengah kondisi cuaca kering berpotensi memengaruhi kualitas udara, kondisi tanah dan air, serta ekosistem di wilayah terdampak,” ujar anggota Fraksi PDIP tersebut.

Selain itu, penanganan karhutla harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk memastikan masyarakat di wilayah terdampak memperoleh informasi mengenai kondisi lingkungan secara berkala.

“Kami mendorong pemerintah bersama pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memperkuat pemantauan kualitas lingkungan, khususnya kualitas udara dan sebaran asap di wilayah terdampak.

Selain respons ketika kebakaran berlangsung, Shanty juga mendorong adanya evaluasi terhadap kerusakan lingkungan setelah karhutla berhasil dikendalikan.

"Kita perlu memastikan wilayah yang terdampak dapat dipulihkan sekaligus memperkuat upaya pencegahan agar kebakaran dan kerusakan lingkungan yang sama tidak terus berulang," pungkasnya.

*Kontributor Garut

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya