Berita

Mantan Jampidsus Kejaksaan Agung (Kejagung), Febrie Adriansyah. (Foto: Istimewa)

Hukum

Penggeledahan dan Penyitaan Batal Demi Hukum jika Febrie Adriansyah Menang Praperadilan

SABTU, 22 AGUSTUS 2026 | 20:04 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Seluruh upaya hukum penggeledahan dan penyitaan aset mantan Jampidsus Kejaksaan Agung (Kejagung), Febrie Adriansyah bisa dinyatakan batal demi hukum jika gugatan praperadilan dikabulkan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Pakar Hukum Pidana Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar menyatakan jika praperadilan dikabulkan, maka penyidik Kejagung akan menerbitkan surat perintah penyidikan (sprindik) baru dalam mengusut kasus tersebut.

"Tentu saja jika sprindik satu dibatalkan, maka bisa dilakukan dengan sprindik baru," ujar Abdul Fickar dikutip Sabtu, 22 Agustus 2026.


Fickar menambahkan, penyidik Kejagung bisa kembali menjadikan aset-aset tersebut sebagai barang bukti dalam sprindik baru, sepanjang didukung oleh bukti yang cukup.

Tim kuasa hukum Febrie, Febri Diansyah sebelumnya membeberkan ada indikasi 30 pelanggaran prosedural dari lima aspek utama dalam proses hukum dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat kliennya.

Kelima aspek yang digugat meliputi penetapan tersangka TPPU tanpa predicate crime yang jelas, penggabungan tindak pidana asal dengan TPPU dalam satu Sprindik, serta proses penggeledahan dan penyitaan tanpa pemeriksaan calon tersangka.

Selain itu, aspek pencegahan ke luar negeri serta penanganan perkara lanjutan di lingkungan Kejagung turut menjadi materi yang diuji di persidangan.

"Dari lima aspek tersebut, kami mengidentifikasi ada indikasi 30 pelanggaran hukum acara dan prinsip-prinsip due process of law. Nah, 30 inilah tentu yang akan diuji lebih lanjut," tegas Febri, Selasa, 18 Agustus 2026 lalu.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya