Berita

Aliansi Solidaritas Mahasiswa DIY Perjuangan Pracimantoro menggelar diskusi publik di Yogyakarta. (Foto: Istimewa)

Politik

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

SABTU, 22 AGUSTUS 2026 | 13:12 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Aliansi Solidaritas Mahasiswa DIY Perjuangan Pracimantoro menyoroti sejumlah persoalan yang dinilai perlu mendapat perhatian publik, khususnya terkait rencana dan aktivitas pembangunan yang berpotensi berdampak terhadap lingkungan serta kehidupan masyarakat setempat.

Sorotan tersebut disampaikan dalam diskusi publik bertajuk “Kemerdekaan Lingkungan: Menyoal Eksploitasi Lingkungan dan Perampasan Ruang Hidup Masyarakat Pracimantoro” di Yogyakarta, Jumat 21 Agustus 2026.

Diskusi menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang, mulai dari akademisi, mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), aktivis lingkungan, masyarakat asli Wonogiri, hingga puluhan kampus di Yogyakarta yang tergabung dalam Forum BEM DIY (FBD).


Kegiatan tersebut ditutup dengan pernyataan sikap. Mereka menyampaikan enam tuntutan, mulai dari penolakan terhadap penggunaan kampus untuk kepentingan proyek yang dinilai merusak lingkungan hingga desakan pengusutan dugaan penyalahgunaan kewenangan dan konflik kepentingan.

‘Kami menolak kampus dan kalangan akademisi digunakan sebagai alat kepentingan proyek yang merusak lingkungan di Pracimantoro. Kami juga menolak segala bentuk penyalahgunaan dan manipulasi AMDAL dalam setiap proses pembangunan,’ demikian salah satu poin pernyataan sikap aliansi.

Berikut adalah enam tuntutan adalah; Pertama, aliansi menolak kampus dan kalangan akademisi digunakan sebagai alat kepentingan proyek yang dinilai merusak lingkungan di Pracimantoro.

Kedua, aliansi menolak segala bentuk penyalahgunaan dan manipulasi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL) dalam setiap proses pembangunan.

Ketiga, aliansi mendesak seluruh pihak yang dinilai terlibat dalam proyek ekstraktif pabrik semen di Pracimantoro, termasuk dugaan penyalahgunaan kewenangan dan konflik kepentingan, agar diusut secara tuntas.

Keempat, aliansi turut mendukung perjuangan masyarakat Pracimantoro dalam mempertahankan ruang hidup serta lingkungan yang baik dan sehat.

Kelima, mereka menuntut adanya jaminan keterlibatan dan pemenuhan hak masyarakat dalam setiap proses pengambilan keputusan terkait pembangunan di wilayah Pracimantoro.

Keenam, apabila tuntutan tersebut tidak diindahkan, aliansi menyatakan akan membangun eskalasi gerakan secara nasional hingga mencapai titik yang mereka sebut sebagai “darah penghabisan”.


Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya